Connect with us

Touring Car

Pamor Kejuaraan ETCC Indonesia Masih Jadi Magnet di ISSOM

Kejuaraan ETCC Indonesia
Duel seru kerap terjadi di kejuaraan ETCC Indonesia (Doc : ETCC Indonesia)

BOGOR – Pasca putaran kedua kejuaraan balap mobil Eropa atau European Touring Car Race (ETCC) Indonesia yang digelar (16/7/2023) di Sirkuit Sentul Internasional, promotor memberikan dua poin penting dalam penyelenggaraannya.

Andre Dumais, sebagai Founder ETCC Indonesia menjelaskan dalam penyelenggaraan seri kedua, ia mencatat ada sesuatu yang menarik. Saat berbincang dengan FastnLow, pria ini menjelaskan dirinya senang dengan animo peserta yang tertarik untuk join pada ajang balap tersebut.

“Kalau dibandingkan antara seri pertama dan kedua, seri kali ini lebih heboh dari sebelumnya. Artinya, animo peserta cukup banyak karena ada 31 pembalap yang berpartisipasi,” terang Dume, sapaan akrab Andre Dumais.

Pamor Kejuaraan ETCC Indonesia masih jadi daya pikat pembalap

Pamor Kejuaraan ETCC Indonesia masih jadi daya pikat pembalap (Doc : ETCC Indonesia)

 

Dengan animo yang begitu membludak, pertarungan yang tersaji di atas lintasan pun semakin seru. Hal ini dikarenakan masing-masing pembalap ingin mendapatkan posisi terdepan untuk meraih kemenangan.

“Kenapa saya katakan lebih heboh? Karena dengan banyaknya peserta, jadi persaingan pun akan lebih sengit kopetisinya,” sambungnya.

Adapun hal yang melandasi kondisi tersebut, Dume, menjelaskan di mana persaingan ini menjadi lebih kompetitif karena kemampuan para racer semakin terasah dari waktu ke waktu, dan akhirnya mampu memberikan tontonan menarik bagi penonton.

Balap ETCC Indonesia di ISSOM

Peserta ETCC Indonesia terus membludak di setiap gelarannya (Doc : ETCC Indonesia)

 

“Semakin sengitnya itu, juga dipengaruhi oleh jam terbang masing-masing pembalap. Artinya, mereka semakin memiliki kemampuan untuk tampil lebih baik,” bebernya.

Meski dirinya senang dengan antusias pembalap yang semakin banyak, ada hal lain yang menjadi sorotan Dume. Ia mengungkapkan bahwa kondisi lintasan masih menjadi salah satu hal yang gamang. Menurut pembalap yang jaya pada masanya ini, kondisi debu di atas lintasan membuatnya khawatir lantaran cukup tebal dan dapat menyusutkan pandangan pembalap.

“Kondisi sirkuit pasir semua, dan kita khawatir karena pas start itu, 31 mobil tertuju ke satu tikungan. Jadi kondisinya ngebul banget dan hampir tidak kelihatan, sehingga visibilitas pembalap jadi lebih terbatas,” pungkas Dume. (*)

Comments

Copyright © 2022 Fastnlow.net. Theme by Fastnlow, powered by CV. OTOMEDIA NUSANTARA.

Connect