BOGOR – Penyelenggara Eshark Dapur Cokelat Touring Champioship (EDCTC) patut berbangga hati dengan pencapaian yang telah mereka raih pada musim balap mobil tahun 2024. Sebagai seri penutup yang dilangsungkan akhir pekan lalu (01/12) di Sirkuit Sentul Internasional, Bogor, Jawa Barat, animo pembalap mampu melebihi ekspektasi pihak penyelenggara.
Hal ini tentu menyiratkan sebuah fenomena baru, meskipun slot balap ini digelar paling akhir dari rangkaian Indonesia Sentul Series of Motorsport (ISSOM), tetapi animonya terus meningkat.
Dalam wawancara FastnLow bersama Ade Satyaningtyas, selaku Penyelenggara EDCTC, ia menjelaskan sangat senang dengan antusias dari para pembalap, terlebih mereka yang masuk kategori Master turut meramaikan seri pamungkas kemarin.

Ade Satyaningtyas, penyelenggara EDCTC (Foto: Fajar Eko Pratama)
“Tentunya kami sebagai penyelenggara sangat senang dengan antusias peserta yang mengikuti Eshark Dapur Cokelat Touring Championship 2024. Kami sebagai penyelenggara yang bisa dikatakan terbilang baru di ajang balap ISSOM, sangat berterima kasih atas dukungan dari managemen Sirkuit Sentul, ABM, serta pembalap dan team yang selalu mensupport balapan kami,” jelas Ade, melalui pesan singkat.
Dengan pencapaian tersebut, ia menambahkan, untuk lebih memberikan kesenangan para pembalap yang turun berlaga di EDCTC ini, mereka berharap stimulus tersebut dapat memacu para pembalap lain untuk bisa turut berpartisipasi lebih banyak lagi guna menambah jam terbang ataupun mengoleksi gelar juara.
“Pada dasarnya, balapan yang kami buat ini diharapkan dapat dinikmati oleh seluruh kategori. Dengan banyaknya peserta Master yang ambil bagian, kami berharap hal ini dapat memacu kategori-kategori lain. Oleh sebab itu, kami membuat kategori balap sehingga mereka yang berada di bawah level Master, yakni Rising Star atau Promotion, masih dapat kesempatan untuk memperebutkan piala kemenangan,” tambah Ade.

Pembalap Master ramaikan EDCTC seri terakhir (Foto: Fajar Eko Pratama)
Berkaca pada keberhasilan tersebut, meskipun secara regulasi yang dihadirkan dapat mengakomodir hampir semua pembalap dan bisa dikatakan berhasil, namun sebagai penyelenggara, Ade bersama tim belum berencana untuk melakukan pembaruan atau penambahan.
“Untuk saat ini kami belum berencana untuk melakukan perubahan regulasi pada tahun 2025. Yang pasti, kami sebagai penyelenggara akan melakukan evaluasi terlebih dahulu sepanjang musim 2024 ini,” pungkas wanita yang juga tergabung dalam Women in Motorsport Ikatan Motor Indonesia. (*)

