JAKARTA – Seri pembuka Kejurnas Slalom 2025 yang berlangsung akhir pekan lalu (21/6/2025) di Surabaya Expo Center, Surabaya, Jawa Timur, tidak berjalan sesuai rencana dari peslalom wanita Banteng Motorsport, Canya Prasetyo. Performanya di Kota Pahlawan ini, harus lebih ekstra lantaran mobil yang ia kemudikan mengalami kendala teknis.
Sejatinya, pada sesi latihan sebelum gelaran tersebut dimulai, Honda Jazz berkelir merah putih dengan logo banteng tidak mengalami kendala apapun. Tetapi, Dewi Fortuna tampaknya tidak memihak lantaran sistem pengereman yang menjadi komponen vital tidak berfungsi. Alhasil, dengan kondisi seperti itu tim harus bergerak cepat untuk melakukan perbaikan.
Apesnya, lantaran waktu yang sempit dan komponen yang tersedia tidak kompatibel. Alhasil, performa sistem pengereman tersebut tidak bekerja seperti biasanya, dan pemegang gelar Juara Nasional Wanita Slalom 2023 ini harus berjuang lebih ekstra.

Ia harus puas berada di peringkat ketiga di Kejuaraan Wanita (Foto: Nudhiya Ghulam)
“Pagi pada Heat 1 ada kendala di hand brake, jadi seperti kosong gitu remnya. Dan intinya, di setiap tikungan, setiap saya mau tarik rem tangan itu seperti hilang dan enggak bekerja dengan baik. Jadi suka tidak suka ya itu kendala ya, dan saya pikir itu adalah hasil terbaik saya, di mana saya sudah maksimal,” tutur Canya, dalam wawancaranya bersama FastnLow.
Berdasarkan catatan waktu pada Heat Final, puteri dari Prasetyo Edi Marsudi ini harus puas berada di peringkat ketiga dengan catatan waktu 47,895. Sementara dua rivalnya, seperti Alinka Hardianti dari Toyota Gazoo Racing Indonesia, berada di peringkat teratas dengan torehan waktu 46,065 detik. Kemudian posisi keduanya di tempati oleh Keizha Venda Salsabilla dari RART yang mengemas waktu 47,832 detik.

Canya Prasetyo peslalom wanita Banteng Motorsport (Foto: Nudhiya Ghulam)
Di samping itu, ia juga tidak menampik bahwa ada perasaan nervous yang berlebihan menjelang final. Hal ini tentu bukan tanpa alasan, sebab, setelah hampir 6 bulan tidak melakoni slalom, ia harus lebih menata lagi mengenai feeling terhadap mobil dan karakter soal yang diberikan oleh penyelenggara.
“Kemarin itu masih ada tegang-tegangnya di awal karena ini kan baru balapan lagi ya setelah beberapa bulan tidak balapan. Jadi seperti hilang saja gitu, beruntungnya feeling tersebut kembali lagi pelan-pelan sampai akhirnya bisa kembali lumayan nyatu dengan mobil,” tuturnya. (*)

