JAKARTA – Performa tim Banteng Motorsport pada putaran ketiga Kejurnas Slalom 2023 yang berlangsung di Lagoon Avenue, Bekasi, Jawa Barat, pada Sabtu (17/6/2023), bisa dikatakan masih sesuai dengan target yang ditetapkan oleh manajemen.
Melalui beberapa peslalom andalannya di masing-masing kelas, yakni A, B dan F, tim dengan maskot kepala banteng ini menuntaskan dengan raihan yang cukup impresif.
Meski harus berjibaku dengan settingan mobil pada putaran ketiga, namun para ujung tombak tim ini mampu menampilkan permainan yang berkelas. Dijelaskan oleh Ade Ramadhan, Manager Banteng Motorsport, ia melihat personil telah memberikan hasil yang maksimal dengan serangkaian trial and error pada mobil balap.

Ade Ramadhan (Baju Hitam) Manager Banteng Motorsport
“Kita ketahui, memang dari semua mobil yang kita turunkan tidak semuanya dalam kondisi prima. Tetapi, yang perlu dicatat adalah mereka mampu memberikan pencapaian yang luar biasa untuk tim,” jelas Ade, ketika dihubungi FastnLow.
Kendati tidak merajai posisi tertinggi di Kejuaraan A Umum, B Umum dan F Umum, namun Ade Ramadhan, tetap mengapresiasi kinerja para peslalom andalannya. Hal ini dikarenakan mereka telah berjuang ekstra, lantaran kondisi yang dihadapkan memang tidak bisa seratus persen mereka taklukan.
“Tapi ya kinerja peslalom ini tetap on track. Mereka tetap bisa berada di podium, artinya meskipun ada beberapa settingan yang belum sesuai antara mobil dengan lintasan, mereka tetap menampilkan hasil yang memuaskan,” tambahnya.
Sebagaimana yang dituturkan oleh Anandyo Dwiki, mindset tim terhadap karakter lintasan beton ini memang menjadi rintangan tersendiri. Mengingat kontur ini jarang ditemui, sehingga tim juga bisa dikatakan gambling untuk memberikan settingan mobil.

Anandyo Dwiky, salah satu peslalom andalan Banteng Motorsport
Terlebih untuk lintasan beton, terakhir kali ditemui pada seri dua Kejurnas Slalom 2022 lalu di Bandung, Jawa Barat. Saat itu, kondisi lintasan juga diwarnai dengan cuaca hujan, sehingga perhitungan tim menjadi lebih abstrak.
“Terakhir itu kita ketemu lintasan beton tahun lalu, di Bandung. Dan saat itu kan hujan, jadi bayangan kita semua belum tahu harus memberikan settingan seperti apa. Karena dengan jenis lintasan beton kemarin, ternyata butuh banyak penyesuaian lagi dari setup mobil maupun gaya mengemudi pembalap,” tandas peslalom yang akrab disapa Eky. (*)

