Super Drift – Indonesian Drift Championship yang menggelar kelas Drift star, Rookie dan Pro. Dari tiga kelas tersebut, para drifter Rookie bisa dikatakan yang paling berat perjuangannya. Selain harus mengikuti kualifikasi maupun battle tandem 16 besar, para drifter Rookie harus melawan senior dari kelas Pro dalam Tandem 32 besar. Bukan hanya kemampuan, tenaga hingga performa mobil yang menjadi pertaruhan drifter dari kelas Rookie yang terlihat pada 6 Mei 2018 – Skadron 21, Pondok Cabe.

jika dihitung, minimal drifter rookie harus berlaga sebanyak 1 kali di kualifikasi, 4 kali (bracket 16 besar) dan 5 kali (bracket 32 besar). Jumlah tersebut masih dikalikan dua kali run dan masih mungkin akan bertambah karena ‘One More Time’. Jumlah yang tentunya lebih banyak dari drifter Pro karena hanya berlaga di kualifikasi dan bracket 32 besar.

Jadi perjuangan dua punggawa dari ABM Motorsport – GT Radial dan Willbern GT Radial Drift Team cukup berat dan keduanya berhasil merangsek dengan merebut podium ketiga maupun keempat dalam bracket 32 besar (Rookie dan Pro). Mereka adalah Valentino Ratulang dan Allen Yong, setelah berlaga di kualifikasi, bracket khusus Rookie dan terakhir harus berjuang menghadapi drifter Pro.

Begitu pula dengan yang dirasakan penguasa kelas Rookie sesuai hasil barcket 16 besar (kelas Rookie), Zico Hamadi. Setelah berhasil menundukan Allen Yong dalam final kelas Rookie, Zico pun harus berlaga dalam 32 besar (Rookie dan Pro). Namun langkah Zico kali ini terhenti setelah ditundukan Allen Yong yang melaju ke Semi Final Super Drift – Indonesian Drift Championship.

Mental, stamina yang ditunjang kerjasama tim hingga persiapan mobil tentu bagian yang paling penting bagi para drifter Rookie disiapkan untuk mengikuti kejuaraan drifting. Terlebih dengan 7 menit batas waktu untuk melakukan perbaikan jika mobil mengalami kendala.

“Sometimes you surf well and still don’t win. It happens to everyone. You learn that one big score doesn’t mean much if you don’t have a backup. I guess every rookie learns that as time goes by. I took some big lessons from my losses.” – Gabriel Medina.


