Usai sudah gelaran perdana Indonesia Night City Slalom 2015 yang diadakan di GOR Saburai, Lampung. Genta Auto & Sport sebagai penyelenggara juga cukup lega dengan lancarnya event yang di sponsori oleh GT Radial ini, walaupun kendala-kendala minor tetap ada.
Dengan total peserta labih dari 160 dan acara yang berjalan selama hampir 15jam semua peserta dapat menampilkan permainan yang hebat. Untuk di tahun 2015 hampir bisa dipastikan persaingan akan cukup ketat, karena sudah tidak ada event kejurnas tandingan yang membuat fokus tim slalom ini terpecah, sehingga tim tim besar slalom akan berkumpul di satu kejurnas ini.
Kerasnya pertarungan terbukti sejak seri pertama ini. Namun seperti biasa, untuk heat pertama dan kedua di seluruh kelas hampir seluruh tim-tim papan atas bermain aman (asal masuk final). Tapi jangan salah, masuk final mungkin sudah hampir bisa di pastikan, yang sulit adalah untuk mengatur posisi start pada saat final.
Seperti yang di lakukan oleh Dika dan timnya (HRVRT), dia mengatur agar dapat memperoleh catatan waktu tidak terlalu baik, tapi tetap menjaga posisi agar masuk 20 besar agar masuk final, yang hasilnya saat final dia bisa start sedikit lebih awal agar tidak terlalu stress menunggu giliran (red. Urutan start final di balik dari posisi catatan waktu penyisihan).
Kemudian, di babak final aura pertarungan sudah mulai terasa. Babak final diawali dengan kelas FGRB (penggerak roda belakang) dengan 15 finalis bertarung dengan soal dari heat 2 FGRB. Mobil-mobil lawas seperti Toyota DX dan BMW bersaing melawan pickup.
Yang cukup mencuri perhatian adalah anak dari Andri SA, Rinaldo yang bermain sangat rapi dengan menggunakan Toyota DX, namun sayang waktu yang dicatatkan tidak sebaik Adrian Septianto dari HTJRT Yogyakarta yang bermain sangat teliti dan sabar.
Dan alhasil Adrian menjadi juara umum untuk kelas FGRB, namun yang mengejutkan ini adalah pertama kalinya Adrian menggunakan mobil Suzuki pickup (tanpa latihan) milik Koh Petrus yang harus puas di posisi empat FGRB.
Di sesi berikutnya adalah kelas bergengsi yaitu FFA dan tim CSSRT langsung mencatatkan waktu terbaik melalui Daus SCS dgn waktu 42: 112, lama berselang dan waktu terbaik pecah oleh Demas Agil dari NFT yang kemudian kembali dipecahkan oleh Valentino yang kembali memperkuat Jangkar Miring.
Sempat menganggap Valentino adalah sang juara karena hanya tinggal beberapa starter yang akan start dan mengingat catatan waktunya bisa dibilang hampir tidak mungkin di pecahkan, tanpa disangka-sangka Alinka Hardianti dari TTI dengan Toyota Etios bermesin Yaris ini berhasil bermain sangat rapi dan mencatatkan waktu sama persis tanpa ada gap sepersekian detik pun dengan Valentino. Luar biasa. Kejadian langka. Namun walau begitu pemenang jatuh kepada Alinka Hardianti karena di heat-heat awal catatan Alinka lebih baik dari Valentino.
Sedangkan hal yang cukup disayangkan menimpa Ananta OHP yang mengalami kerusakan pada gearbox mobil, alhasil dia tidak bisa start dan hal itu juga berakibat ke Bernard Yuono yang menggunakan mobil yang sama dari tim Jangkar Miring.
Di final kelas A menjadi titik fokus para finalis, dan langsung di awal-awal pertandingan Eddy Sadikin dari HTJRT dapat menorehkan catatan waktu terbaik. Selang lama kemudian, catatan waktu mampu dipecahkan oleh Ananta OHP dari Jangkar Miring yang tidak lama kemudian rekor catatan waktu langsung dipecahkan oleh Demas Agil dengan catatan waktu 51:212. Tidak perlu lama untuk memutuskan Demas Agil menjadi juara umum kelas A.
Dan Demas pun berharap ini adalah awal yang baik untuk dirinya dan tim NFT.
Berikut hasil kejuaraan GT Radial Indonesia Night City Slalom.
Best regards






























