Connect with us

Event

Persaingan Semakin Memanas Pada Kejurnas Auto Gymkhana 2018 Seri 2

Setelah heat 1, persaingan antar tim sudah mulai terlihat memanas. Hal tersebut bisa dilihat dari beberapa tim seperti TTI, HTJRT, Cusco Slalom Team dan Tim A dari semarang lumayan mendominasi persaingan. Sedangkan untuk TTI mengakui keunggulan tim – tim lainnya karena perbedaan power mobil, akan tetapi TTI tetap memberikan persaingan ketat terhadap tim lainnya.

Cusco Slalom Team yang terdiri dari James Sanger, Bernard Yuono dan Valentino Ratulangi benar – benar langsung menunjukan taringnya pada Kejurnas Auto Gymkhana 2018 putaran kedua ini. Dimana semenjak heat 1 hingga heat 2 kejuaraan kelas A,Cusco Slalom Team terlihat langusung masuk kedalam urutan 20 besar untuk masuk babak final.

Dan benar saja, Cusco Slalom Team langsung sempat memposisikan diri di urutan pertama kelas A sebagai catatan waktu tercepat oleh bernard Yuono di kelas A. Akan terapi mereka harus sedikit bersabar untuk turun di kelas F, karena mobil dari Cusco Slalom Team masih di dalam tahap dikerjakan atau di bangun.

Sedangkan HTJRT yang paling mencolok adalah Adrian “inyong” Septianto yang benar2 memberi perlawanan kepada seluruh tim. Terbukti dalam heat final A hanya Adrian yang mempu menyodok catatan waktu Bernard Yuono yang mengukuhkan dia sebagai juara umum kelas A pada seri 2 ini. Sedangkan untuk TTI sendiri hanya mampu duduk di posisi 9 oleh Anjasara Wahyu dan disusul Demas agil di posisi 10 dengan Toyota Agya mereka.

Namun yang cukup mengejutkan adalah TIM A dari Semarang yang benar2 merusak persaingan tim papan atas. Tim ini benar-benar bikin deg-degan para tim papan atas, terlihat di final kelas A mereka berhasil duduk di posisi 3 ada Auddy RG, pada posisi 4 Addyek RG dan disusul oleh Satria Wiharyoga diposisi ke 5.

Sedangkan untuk kelas F sendiri, persaingan memang tidak terlalu ketat sebab kendaraan dari TTI dengan menggunakan Etios Valco yang mereka persiapkan. Mengejutkannya adalah catatan waktu para pembalap TTI cukup menusuk hingga melancapai perbedaan 1 detik dengan lawan dari tim lainnya.

Persaingan yang cukup sengit justru terjadi pada internal TTI itu sendiri. Dimana terlihat sekali persaingan ketat antara Demas Agil dan Adrinza Yunial, yang ternyata Demas Agil harus menikmati kekalahannya di posisi 2 dan Adrianza Yunial menduduki posisi 1. Demas Agil sempat menjadi tercepat, namun dia mengakui performanya pada hari itu belum maksimal. Karena setir sempat lepas dari kontrol tangannya di beberapa tikungan sebelum garis finish.

Persaingan tampaknya akan lebih memanas di seri berikutnya terutama di Kelas F. Karena banyak dari tim-tim baru akan mengeluarkan senjata pamungkasnya pada seri berikutnya di Jogja setelah lebaran nanti.

Comments

Copyright © 2022 Fastnlow.net. Theme by Fastnlow, powered by CV. OTOMEDIA NUSANTARA.

Connect