Kejurnas Drift seri 2 bakal diselenggarakan pada tanggal 15 September 2013 yang berarti itu adalah hari Minggu ini. Untuk kejuaraan itu para drifter sudah mempersiapkan jauh-jauh hari kendaraannya untuk siap diajak drifting. Tidak terkecuali Demas Agil, Ben Satrio Hutomo, Aditya Widiutomo dan Ananda Yusuf Perdhana. Hingga kamis malam mereka masih sibuk mempersiapkan kendaraannya di bengkel DEM’S Auto Technic yang juga milik Demas Agil.
Sebetulnya mobil sudah siap untuk bertanding, cuma perlu ada sedikit pemeriksaan ulang sebelum dibawa ke lapangan parkir Pekan Raya Jakarta (PRJ), kemayoran untuk uji coba lintasan.
Ditengah-tengah kesibukan mempersiapkan kendaraan, ibu dari Demas Agil, tante Mila Tiba-tiba datang dengan membawa makanan. Dalam sekejap makanan dengan menu sederhana yang menggiyurkan itu tersaji cantik diatas meja diantara mobil-mobil drift bertenaga besar.
Ngomong-ngomong masalah tenaga mobil, diantara 4 mobil yang dirakit oleh om Agus yang tidak lain adalah ayah dari Demas Agil, yang memiliki power terbesar adalah milik Ben Satrio yaitu 487 HP (roda) dengan menggunakan mesin Toyota 2JZ GTE yang sudah di upgrade sampai 3400 cc dan turbo Garrett GTX 42 pada Silvia S15 nya.
Sedangkan yang lain diatas 350 WHP, dan tunggangan Demas 450 WHP. (Serem sob..)
Sebelum makan, Demas dan seluruh orang yang berada di bengkel diajak berdoa bersama demi kelancaran dan kesuksesan tim, di kejurnas Drift.
Sambil makan saya memperhatikan kedekatan Demas dengan sang ayah, mereka sering sekali berdiskusi, dan terkadang bersenda gurau. Ya, agaimana tidak dekat, sang ayah adalah orang dibalik semua kehebatan mobil Demas Agil.
Setelah makan, semua kembali bekerja mempersiapkan setiap mobil. Demas pun ikut mengawasi proses persiapan mobil-mobil sampai ke detail pengerjaan. Demas ingin semua dapat berjalan dengan baik, tidak hanya untuk mobilnya saja tapi seluruh mobil teman-temannya yang akan turun di kejurnas Drif seri 2 ini.
Hingga pukul 11 malam Demas, Ben, Adit dan Nanda masih di asikkan dengan diskusi mereka tentang mobil dan rintangan yang harus mereka lalui di kejurnas esok harinya.
Dan akhirnya pukul 12 lebih kami pun pulang untuk mempersiapkan badan esok hari.
Pagi keesokan harinya di lapangan parkir barat Pekan Raya Jakarta (PRJ), pukul 9 sudah ramai dengan mobil drift para peserta.
Terasa sekali aura adrenalin yang terpancar. Mulai dari suara raungan mesin turbo, mobil-mobil drift yang terparkir rapi di paddock, stok ban mobil yang berlebih, hingga bau bahan bakar bensol. (Seru sob..)
Untuk hari pertama, jum’at 13 September 2013 para drifter melakukan uji coba track dan melakukan crutineering
Sebelum uji coba track, para drifter wajib mengikuti briefing. Tetapi untuk mengikuti briefing para drifter harus menggunakan kostum balap komplit seperti sepatu dan wearpack.
Dalam brief yang dipimpin oleh om Amru dari IMI pusat yang sekaligus sebagai memimpin perlombaan Drif kali ini. Beliau menjelaskan tentang praturan dan bentuk lintasan yang akan dilalui para drifter.
Om Amru menekankan untuk selalu menjunjung tinggi sportifitas dan kekeluargaan.
Kemudian perihal lintasan dijelaskan oleh Ai Johari Mat Salleh seorang drifter dari negeri seberang Malaysia, yang juga sebagai salah satu designer bentuk lintasan kejurnas Drift kali ini.
Uji coba lintasan yang dilakukan setelah Sholat jum’at oleh para drifter yang berjumlah 36 ini, berjalan sangat seru walaupun banyak dari para drifter yang masih agak canggung dengan karakter tikungan-tikungan yang high speed berpadu dengan low speed ini.
Akibatnya banyak dari drifter yang mengalami over spin dan menabrak dinding pembatas. Bemper lepas sudah jadi hal yang biasa, apa lagi cone pembatas lintasan nyangkut di kolong mobil.
Nasip sial menghampiri Bimo Andotama dari BSI Racing Team yang mengalami pecah kaca depan karena kap mesin tiba-tiba terbuka saat melakukan uji coba lintasan. Baru akan masuk ke tikungan panjang pertama, tiba-tiba kap mobil terbuka yang mengharuskan Bimo menghentikan mobilnya.
Untuk uji coba lintasan kali ini Demas, Adit dan Nanda sukses melakukan putaran dengan lancar tanpa ada kendala. Tapi sayangnya tidak dengan Ben, setelah melakukan 2 kali putaran drift, tiba-tiba rem mobil macet, yang mengakibatkan ban depan sulit untuk berputar.
Akhinya Ben harus kembali ke paddock dan memperbaiki kerusakan itu. Sampai akhir dari sesi uji coba, Ben masih tidak dapat melakukan putaran lagi karena proses perbaikan rem yang cukup lama, sedangkan panitia hanya memberi batas waktu hingga pukul 5 sore.
Setelah Uji coba usai ternyata banyak yang mengeluhkan tentang lintasan yang terlalu kecil. Hal ini terdengar oleh Ai Johari yang men-design lintasan ini.
Ai Johari mengatakan bahwa, ini adalah bentuk lintasan terbaik yang bisa dibuat mengingat sebagian arena PRJ ini digunakan untuk persiapan Indonesia International Motor Show (IIMS).
































