Formula 1 adalah kelas tertinggi balap mobil single-seater, tak ayal jika teknologi yang diusung tergolong super canggih dan juga rumit. Karena itu, tiap tim terdiri dari ratusan karyawan berdedikasi untuk membuat mobil mereka jauh lebih cepat seperseratus detik dan menghabiskan ratusan juta dolar. Yaps, harus diakui bahwa kesuksesan seorang pembalap tak luput dari kepiawaian timnya.
Strategi adalah bagian paling krusial di Formula 1 modern, itulah mengapa ada profesi yang disebut “race strategist” atau ahli strategi balap. Adalah tugas ahli strategi yang membuat keputusan terhadap keseluruhan tim sebelum dan selama perlombaan. Itu mencakup semuanya, mulai dari pilihan ban, pit stop, strategi pengisian bahan bakar terbaik, dsb. Biasanya sebuah tim memiliki lebih dari satu ahli strategi untuk memegang kendali masing-masing mobil, kemudian keputusan yang lebih besar diambil alih oleh “senior strategy engineers”.
Pada umumnya, ahli strategi memulai dengan pemilihan ban yang akan dipakai untuk balapan, melakukan simulasi, dan tes langsung di trek. Kemudian para ahli akan membandingkan kedua hasil dan melakukan improvisasi jika diperlukan. Setelah itu, bergeser ke penggunaan bahan bakar dan mempersiapkan beberapa skenario pada hari kualifikasi.
Jelas, hari perlombaan adalah waktu yang paling sibuk bagi para ahli strategi, ketika balapan berlangsung, mereka harus membuat keputusan dalam sepersekian detik, yang dapat membuat pengemudi berhasil atau justru menjerumuskan. Itu hanya secuwil deskripsi dari pekerjaan mereka, tapi apa sebenarnya tanggung jawab yang diemban oleh ahli strategi balap?

Ahli strategi tiap tim mempersiapkan segala sesuatunya selama tiga bulan sebelum Grand Prix, sebuah proses dimana taktik sangat menentukan di hari perlombaan. Yaps, meskipun dari persiapan dan balapan yang panjang hanyalah dinilai pada titik akhir. Memakai headset, duduk di bilik pit (pit wall), mengamati layar, dan mengintervensi momen penting selama balapan adalah image dari ahli strategis F1. Tak bisa ditampik hal tersebut adalah bagian yang paling menarik dari karya ini, tapi itu tidak menceritakan keseluruhan proses yang sudah ditempuh.

Tiga bulan sebelum balapan: pemilihan ban
Proses pengambilan keputusan dimulai dari tiga bulan atau lebih sebelumnya, ketika tim harus melaporkan ban pilihan mereka untuk perlombaan di akhir pekan. Lebih spesifiknya adalah berapa banyak set senyawa yang akan mereka gunakan. Ini terkait dengan rencana balapan secara keseluruhan karena masih sangat sulit untuk diprediksi, tapi biasanya mereka mempersiapkan untuk hari Jumat dan Sabtu.
“Kami melakukan simulasi berbeda untuk melihat ban mana yang terbaik sesuai yang dibutuhkan saat itu, karena tergantung dari karakter trek, temperatur dan adanya potensi hujan, tapi kami juga harus memperkirakan seberapa kompetitif. Ini sangat menentukan, misalnya, apakah kami akan memakai ban yang lebih lunak agar masuk kualifikasi untuk Q3. Hal seperti ini berlaku untuk William, sementara tim lain memilih ban yang berbeda untuk Q1,” cetus Ruth Buscombe, senior strategy engineer dari tim F1 Alfa Romeo.

Meskipun pilihan ini cukup sederhana bagi William, tapi bisa lebih komplek bagi tim lainnya. Ruth menambahkan bahwa sebagai ahli strategi harus melihat lebih jeli karakteristrik dari pekerjaan tertentu untuk membuat perkiraan. “Budapest, misalnya, trek yang dikenal cukup sulit ditaklukkan, berarti memilih ban yang agresif dengan tingkat soft maksimum supaya lolos di kualifikasi,” imbuhnya. Jadi keputusan pemilihan ban bisa sama sekali berbeda, misal dibuat khusus untuk trek di Monako, Zandvoort atau Budapest, berbeda pula dengan di Shanghai atau Spa-Francorchamps.
Dua minggu menjelang balapan di akhir pekan, semua tim mengumumkan hasil pilihan ban, baik dipublikasikan untuk tim sendiri maupun pers. Disaat itulah antar tim mengetahui ban apa yang akan dipakai untuk kompetisi. Dari publikasi itu, para ahli strategi meninjau kembali rencana yang telah dibuat untuk mematangkan taktik balapan.

Jumat & Sabtu: simulasi dan taktik
Hari pertama, dalam hal ini Jumat berarti menandai langkah selanjutnya bagi para ahli strategi, khususnya setelah free practice. Selama sesi latihan, pengemudi telah mengumpulkan data ‘nyata’ dimana tim akan mensimulasikannya ke dalam komputer di malam hari. “Free practice hari Jumat sangat penting bagi strategi kami karena ini kesempatan untuk memeriksa apakah model-model itu sudah benar. Menjelang balapan kami melakukan semua skenario dan simulasi untuk merumuskan ekspektasi di akhir pekan,” jelas Daren Stanley, race strategist Carlos Sainz dari tim McLaren.
Menguji dunia virtual memang lebih mudah ketimbang dunia nyata. Daren pun tak menampik jika hujan saat sesi latihan di hari Jumat bisa menjadi penghalang bagi tim, tapi juga tak menutup kemungkinan menghasilkan balapan yang lebih bagus dari perkiraan.
Kemudian momen krusial berikutnya ditentukan pada sesi kualifikasi di hari Sabtu. Pertama-tama para ahli strategi memilih berapa banyak pembalap yang turun, menentukan ban, dan jumlah bahan bakar. Kedua, penempatan atau posisi para pembalap tim memainkan peran utama, seperti halnya permainan kucing dan tikus demi mengejar podium.
“Kami kemudian membuat keputusan kapan mobil harus keluar di waktu yang tepat, terutama setelah melihat kondisi traffic di trek. Apakah kami mengintai di slipstream misalnya atau justru di trek tertentu justru kurang menguntungkan. Dan ketika waktu telah ditentukan, kami harus memperkirakan apakah cukup baik untuk sampai ke sesi berikutnya,” tutur Ruth saat menjabarkan pekerjaannya di sesi kualifikasi di Alfa Romeo.
Adapun sesi kualifikasi sudah berakhir, tugas ahli strategi di hari Sabtu belum berakhir. Setelah kualifikasi, semua potongan puzzle dikumpulkan (pre-work di pabrik, free practice dan posisi start di hari Minggu), kemudian mereka menyempurnakan strategi untuk balap hari Minggu.

“Kami melihat segala macam skenario dan mensimulasikan secara rinci bagaimana balapan akan berlangsung. Jadi kami melihat segala kemungkinan yang terjadi, bagaimana jika tim kami memimpin di awal start atau apa yang akan terjadi jika kami kehilangan posisi. Dan bagaimana jika mobil lain tiba-tiba melambat atau lebih cepat dari yang kami pikirkan sebelumnya.” Menurut Daren semua aspek ini diperhitungkan sehingga menghasilkan berbagai rencana alternatif yang dipersiapkan oleh para ahli strategi untuk balap di hari Minggu.

Minggu: eksekusi
Balapan di hari Minggu, ibarat saatnya memanen buah dari bibit yang sudah ditaburkan. Semua hal diatas menunjukkan proses panjang yang harus dilalui demi kesuksesan tim di hari perlombaan. “Saat mobil pesaing mulai memanas, tak menutup kemungkinan kami menghapus beberapa skenario yang telah ditentukan sebelumnya karena tidak lagi relevan. Skenario lain bisa jadi bekerja lebih efektif,” jelas Daren.
Setelah itu, sangat penting untuk mengaplikasikan skenario lain yang telah dipersiapkan terhadap realitas yang terus berubah, ditambah informasi baru yang diterima oleh para ahli strategi selama balapan. Ketika momen perubahan itu harus dilakukan sesuai rancangan, komunikasi yang ideal terjadi antara para ahli strategi, direktur, insinyur balap, dan ‘kepala insinyur trek’.
Ketika bendera finish dikibarkan, tugas utama mereka belum berakhir. Seperti halnya dengan semua penggemar balap F1 yang selalu menilai taktik, para ahli strategi melakukan hal serupa namun bedanya mereka melihat dari hasil data misalnya perbedaan waktu di beberapa momen balapan kemudian didiskusikan dan ditinjau lebih jauh. Ini juga merupakan waktu dimana pembalap mendapatkan penjelasan secara detail atas keputusan yang diambil oleh ahli strategi. Beberapa hari kemudian, semuanya ditutup secara resmi dengan sebuah laporan ‘pasca balapan’ yang mencakup evaluasi sebagai pembelajaran untuk balapan akhir pekan berikutnya. Kemudian semua hal diatas akan dimulai dari nol lagi dan seterusnya.

