Connect with us

Slalom

Racikan Baru Tim RART di Putaran Kedua Kejurnas Slalom 2022

BANDUNG – Salah satu tim besar yang turut berlaga di ajang Kejurnas Slalom 2022, RART, terus menunjukkan komitmennya untuk meramaikan industri balap di Tanah Air. Dalam putaran kedua ini, tim asal Serang, Banten, punya amunisi baru untuk memperkuat tim dalam mencetak trofi kemenangan.

Dalam wawancaranya bersama Fastnlow, Valentino Ratulangi, selaku peslalom senior di RART, menjelaskan melalui hadirnya Veno di skuad RART, tentu memberikan senyawa baru bagi semangat tim untuk berjuang dan bisa tampil all out.

Kehadiran Veno ini memang sudah lama masuk dalan radar tim, namun, niat tersebut baru bisa ditunaikan pada putaran kedua di GOR Arcamanik, Bandung, Jawa Barat. Menurut Valen, Veno, memiliki jiwa petarung yang kuat sehingga nantinya bakal dijadikan amunisi untuk memproduksi kemenangan di setiap serinya.

“Untuk penambahan pembalap baru, saya seneng banget jadi ya beban ditangung sama-sama. Si veno juga kan memiliki prestasi, orangnya juga nyetirnya tajem. Saya pribadi seneng karena dia juga bisa membantu tim buat naik. Memang untuk pemilihan itu pemimpin yang mengatur. Cuma memang beliau sempet nanya ke saya, Veno gimana, ya saya bilamg dia bagus. Dari rekap beberapa seri sebelumnya Veno bagus nyetirnya. Jadi dari situ lah yang aku lihat,” jelas Valentino.

Selain Veno, nama lain yang juga sempat mencuri perhatian pada putaran kedua ini adalah Agi dan Rio. Kedua peslalom ini memang tengah dibidik untuk bisa tampil maksimal dan menjadi layer kedua untuk memback-up yang lain.

“Dari seri pertama sampai seri kedua, dua nama Agi dan Rio memang cukup mencuri perhatian. Agi terutama, semakin ke sini sudah makin tajem. Rio juga sudah oke, tetapi mentalnya lagi kita gembleng. Kalau dari saya sendiri ini, sudah oke. Ini sesuatu yg harus disyukuri karena pemilik tim juga commit dan support, ya itu yg harus disyukuri,” tambah Valentino.

Dalam menghadapi putaran kedua kemarin, memang ada beberapa situasi yang membuat perjuangan skuad RART cukup menjadi dramatis. Terlebih melihat kondisi cuaca serta kontur beton yang membuatnya cukup tricky bagi beberapa peslalom. Tapi menurut Valentino yang menjadi ujung tombak tim ini, kondisi ini menang begitu dilematis.

“Menurut saya seri ini ada kejutannya juga. Terkejut dengan betonnya sih, susah nyeting di sini. Hujan tapi lintasannya tetap grip, sedangkan saat kondisi kering, justru menjadi lebih licin ya. Bagi saya itu adalah sebuah kejutan ya,” ucapnya lagi.

Berbekal kondisi tersebut, tim juga harus bergerak cepat agar dapat menghasilkan settingan terbaik untuk para peslalomnya.

“Ngomongin masalah teknis seperti masalah suspensi, itu hanya paling kita setting klik suspensi coilover sama main angin ban aja. So far aman, cuma karena aku turun pertama, aku jadi kelinci percobaan. Seperti tadi pas heat pertama, wah itu berat banget. Tapi buat mereka yang start setelah saya, itu tinggal menyesuaikan saja seperti apa keinginannya,” pungkasnya. (*)

 

 

Comments

Copyright © 2022 Fastnlow.net. Theme by Fastnlow, powered by CV. OTOMEDIA NUSANTARA.

Connect