JAKARTA, 17 Mei 2016 – Rifat Sungkar selaku Direktur Pertamax Motorsport ditunjuk sebagai pembicara dalam ajang pemasaran bergengsi Jakarta Marketing Week 2016 yang diselenggarakan pada Minggu (15/5). Ia membagikan pengalamannya sebagai pebalap senior berprestasi yang telah mengharumkan nama Indonesia dengan menorehkan berbagai prestasi gemilang baik di tingkat nasional maupun internasional. Apa yang berhasil diraih Rifat tak lepas dari dukungan PT. Pertamina (Persero)selama lebih kurang 16 tahun terakhir.
Seiring berjalannya waktu, baik Rifat maupun Pertamina sama-sama berkeinginan untuk mencari potensi-potensi baru dalam dunia olahraga otomotif di Indonesia karena mereka menilai bahwa regenerasi sangat diperlukan. Atas dasar pemikiran tersebut, Pertamina meluncurkan sebuah program bernama Pertamax Motorsport yang bakal menjadi wadah bagi para pebalap muda berkompeten yang siap menjadi besar di masa yang akan datang.
Demi mewujudkan impiannya, Pertamax Motorsport memiliki agenda besar di tahun ini, yaitu mengadakan berbagai event di beberapa cabang olahraga otomotif paling bergengsi di Tanah Air. Berbagai event tersebut adalah: drifting (akan diselenggarakan sebanyak tiga kali), sprint rally (akan diselenggarakan sebanyak tiga kali), serta drag bike (akan diselenggarakan selama empat kali).
Tentu saja berbagai event tersebut dapat diikuti oleh para pebalap muda yang memiliki keinginan untuk terjun ke area balap. Salah satu upaya nyata Pertamax Motorsport untuk membuka ruang lebih sekaligus kesempatan bagi atlet-atlet olahraga otomotif berpotensi adalah di event sprint rally. Nantinya, para pebalap bakal merasakan keunikan baru yang belum pernah dilakukan di ajang sprint rally sebelumnya. Perlombaan akan dilakukan pada malam hari. Selanjutnya, pebalap kelas seeded A (senior) akan mendapatkan handicap dua detik satu kilometer, sedangkan kelas seeded B (junior) mendapatkan handicap satu detik satu kilometer. Adapun non seeded (pemula) tidak mendapatkan handicap. Hal ini bertujuan agar para pebalap pemula mendapatkan motivasi tambahan dan tak perlu takut untuk bersaing dengan para seniornya.
Di Jakarta Marketing Week kali ini, Rifat juga memberikan tips-tips tentang bagaimana seorang atlet olahraga otomotif muda dan berbakat harus memiliki daya juang yang tinggi untuk menjadi besar di kemudian hari.

“Sebagai atlet otomotif, kita harus memiliki sebuah tujuan, yaitu dapat menginspirasi banyak orang dari apa yang telah kita lakukan. Selain itu, prestasi dan promosi harus berjalan berdampingan. Sehebat-hebatnya seorang atlet ataupun sebanyak-banyaknya piala yang berhasil ia dapatkan, tapi kalau yang mengetahui dirinya hanya segelintir orang saja, ia belum menjadi besar,” ungkap Rifat.
Ia menambahkan, “Segala sesuatu ada prosesnya. Semua prestasi yang baik harus melalui proses terlebih dahulu. Sebagai atlet otomotif, kita harus memiliki tiga hal, yaitu kemauan, komitmen, serta konsistensi. Dan yang terpenting, kita harus memiliki target di dalam hidup ini.”
Selain itu, Rifat juga mengatakan bahwa teknologi bisa membawa pengaruh besar terhadap perkembangan seseorang. “Kita bisa menjadi besar dalam kurun waktu tertentu, namun jika ingin menjadi besar dalam waktu yang lebih cepat, manfaatkanlah teknologi dan integrasikanlah teknologi ke dalam kehidupan kita,” tuturnya.
Sementara itu Hermawan Kertajaya selaku Founder MarkPlus&Co menganggap jika Rifat adalah salah satu bukti nyata kesuksesan atlet olahraga otomotif di Tanah Air. Ia mengatakan, “Rifat bukan hanya pebalap biasa, namun juga sosok yang memahami marketing dengan baik. Ia mampu melakukan co-branding dan pemasaran yang pada akhirnya dapat menginspirasi banyak orang.”
“Saya yakin jika Pertamina dan Rifat sama-sama akan lebih baik di masa yang akan datang. Apa yang dibicarakan Rifat adalah salah satu contoh pembelajaran positif yang ada di ajang Jakarta Marketing Week kali ini,” tutup Hermawan.

