BANDUNG – Seri pamungkas Kejurnas Slalom 2024 yang berlangsung akhir pekan lalu (2/11) di GOR Arcamanik, Bandung, Jawa Barat, berhasil dituntaskan oleh Rivaldi Febriadi, peslalom Banteng Motorsport yang bertarung di Kelas B (gerak roda belakang) dengan sangat baik.
Meski ia tampil menggunakan Starlet KP yang merupakan amunisi baru, tetapi peslalom yang akrab disapa Ival sukses mencuri kemenangan dan melakukan victory lap.
Dengan perolehan tersebut, tentunya hal ini turut memberikan optimisme baru bagi tim untuk bisa tampil lebih kompetitif pada musim 2025. Mengenai performanya di partai final, ia bangga memberikan hasil yang baik untuk Banteng Motorsport.

Starlet KP jadi andalan Rivaldi Febriadi di Kelas B Kejurnas Slalom 2024 (Foto: Mathew Anakotta)
“Pendapat saya di seri terakhir ini, saya sangat bangga karena mampu memberikan hasil yang terbaik untuk tim Banteng Motorsport. Terutama untuk team owner, manager, team mekanik & crew terimakasih banyak atas supportnya sehingga saya bisa tampil maksimal,” buka Ival, dalam pesan singkatnya.
Dominasinya pada laga tersebut bukan tanpa perjuangan, terlebih mobil hatchback jadul ini masih dalam tahap pengembangan. Sehingga, ini bukan perkara yang mudah untuk menemukan set up agar mobil mampu tampil optimal di tanah Pasundan.
Di samping itu, tantangan lain yang juga ia hadapi pada seri ini bukan hanya dari settingan mobil balap, namun untuk karakter soal dan kontur beton, juga ikut menjadi handicap yang harus ditaklukan.
“Untuk di seri akhir ini, harus diakui bahwa soalnya cukup berbelit, maka dari itu kita harus fokus dan bener-bener menghafal soal yang diberikan dengan baik,” ujarnya.
Mengenai settingan mobil balap Starlet KP pada seri Bandung ini, ia menambahkan bahwa ada progres yang signifikan sehingga membuatnya berhasil merengkuh kemenangan untuk berada di podium pertama.

Mobil balap Starlet KP diakui masih dalam tahap pengembangan (Foto: Mathew Anakotta)
“Alhamdullilah di seri terakhir ini, mobil sudah mulai ketemu set up yang optimal, dan settingannya juga cocok baik dari sisi track maupun dari pembalapnya,” tukas Ival.
Faktor cuaca yang berubah sejak pagi hingga malam, turut menjadi hal yang harus diantisipasi. Sebab, saat kering dan basah, mobil balap harus di set up ulang guna mendapatkan performa yang optimal.
“Cuaca yang berubah-ubah dari pagi sampai siang memang kondisinya sangat panas, belum lagi pada sore hingga ke malam, cuaca berubah bahkan hingga turun hujan yang membuat track menjadi lumayan licin,” sambungnya.
Adapun hasil akhir Kelas B pada laga penutup, ia berada di podium pertama dengan torehan waktu tercepat 46.446 detik kemudian disusul oleh Abghi Rezandi dari CGMRT yang mencatatkan waktu 47.701, serta ditutup oleh Juan Mark Ondang, peslalom Pertamax Racing Team yang mengukuhkan waktu 48.261 detik. (*)

