Waktu yang di tunggu-tunggu akhirnya tiba. Seri pertama kejuraan nasional speed offroad 2015 atau yang sekarang lebih terkenal Indonesia Extreme Racing Offroad 2015 segera akan berlangsung hari sabtu. Event yang diadakan di Batulicin, Kalimantan selatan ini di laksanakan diatas tanah milik Jhonlin Group yang sang pemiliknya, H. Syam merupakan sponsor sekaligus peserta dalam kejuaraan kali ini.

Seperti biasanya, sehari sebelum race para pembalap melakukan scrutireering atau pemeriksaan kendaraan sesuai regulasi dan survey track untuk mengetahui karakter lintasan, Kemudian dilanjutkan dengan shake down (latihan balap) yang di laksanakan selama kurang lebih 4 jam.

Dalam event kali ini terdaftar 137 peserta yang siap adu kecepatan diatas lintasan sepanjang 4,7 KM. Lintasan yang berkarakter speed ini sudah dibuat sangat lama oleh panitia. Alhasil menjadikan lintasan ini sangat baik dan safety. Di saat kering lintasan akan sangat mencengram ban, namun saat hujan lintasan berbalik menjadi lintasan yang sangat licin.
Astri Mining yang di punggawai oleh H. Blegur dengan drivernya Wahyu Lamban, Edi BJ, Fen Saparita dan Offroader wanita Mariachi menjadikan saat latihan ini waktu yang tepat untuk mengetahui kondisi mesin.
Wahyu Lamban merasa mesin V8 nya belum maksimal, namun waktu menunjukkan bahwa dia sudah masuk rata-rata terbaik. H. Blegur mendapati UTVnya tidak bisa di bejeg, Edi BJ yang terlalu semangat menggeber mengakibatkan raditornya pecah, Fen Saparita merasakan mesin mantab namun membutuhkan setting ulang rem dan Mariachi hanya perlu improve berkendara.

Sedangkan Demas Agil dengan “Monster Curut” nya sedikit merasa kaget karena saat start si curut tidak bisa lari, ternyata mesin mobil masih terlalu dingin. Namun saat sudah panas, mobil melesat luar biasa, walau Demas mengaku belum serius membejeg kendaraannya.
Kemudian Julian Johan (Jeje) merasa mobilnya sudah dalam kondisi terbaik, terutama bagian suspensi yang sudah berhasil dibuat lebih keras. Namun diakui Jeje dia masih menyesuikan diri dengan navigator barunya yang di negeri Malaysia ia adalah seorang pembalap motor. “Masih perlu belajar sedikit lagi” ujar Jeje.
Dan Alinka di tim Nav-Sat dengan UTV 1000 nya yang masih dalam penyesuaian mengalami klontang di tikungan awal. Alinka mengaku kaget saat akan terbalik, karena dia merasa biasa-biasa saja dan ternyata dia lupa kalau mobil ini tinggi sehingga memiliki center of gravity yang berbeda dengan mobil balap yang biasa ia gunakan. Dari hal itu Alinka sudah memahami batas maksimal mobil itu.
Yang mengejutkan adalah Rifat Sungkar dengan Mitsubishi Pajeronya yang sudah swap engine dengan Evo 8 sehingga Rifat akan harus turun di kelas FFA. Dari penglihatan sekilas saat latihan tadi, Pajero ini melaju dengan sangat cepat dan rendah (fastnlow).
Dan masih banyak lagi hal yang mencengangkan lainnya. Lintasan yang luar biasa, mobil-mobil yang jauh lebih hebat, teknologi mobil yang semakin mumpuni, pokoknya event ini bisa dikatakan adalah event terbesar tahun ini. Selamat untuk SMN.