Ajang final pada offroad racing 2014 yang diadakan oleh SMN di Banjarbaru, Banjarmasin bakalan seru banget. Selain fasilitas yang disiapkan sang tuan rumah sekaligus salah satu penggagas PT. Sarana Media Nusantara Jhonlin ini luar biasa, namun mereka juga menyiapkan lintasan yang extremely high speed.
Tanggapan para peserta terlihat sangat positif. Seperti TB. Adhi yang tersenyum lebar dengan adanya lintasan ini “ini bener-bener tantangan baru dan kita sudah siapin mesin kita untuk lintasan kaya gini”. Dan begitu pula rekan satu timnya sekaligus owner dari HRVRT, H.Rayhan pun merasa optimis dengan kejuaraan speed offroad seri penutup ini. Namun H.Rayhan mengakui bahwa dia sedikit was-was dengan high speed jump yang ada, karena memang kalau melakukan sedikit kesalahan dapat berakibat fatal.
Kemudian ada Demas Agil yang di seri sebelumnya berhasil naik podium namun gagal di babak best overall karena kerusakan pada dudukan suspensi depan kanan, saat ini semua sudah kembali sempurna dan optimis dapat bersaing di kelas FFA2 yang juga satu kelas dengan Rifat Sungkar. Namun setelah shake down, Demas dan Febrizky sang co-driver mendapati masalah pada mesin yang mengakibatkan tidak dapat di pacu maksimal. Dengan tekat yang kuat Demas Agil mengatur strategi agar dapat mempertahankan mesin hingga seri ini berakhir. Tentunya dengan target juara.
Sedangkan Jeje dengan Cherokee WJ nya yang harus tandem dengan adiknya, Johan Jordan menggantikan Arya Muttaqin yang sedang berhalangan hadir, langsung terkena masalah saat shake down. Setengah lintasan belum dilewati, masalah yang terjadi di Semarang terulang kembali.
Cross join gardan depan, patah, yang mengharuskan dia memperbaiki permasalahan itu sebelum TC pertama, sabtu ini.
Disisi lain, disalah satu tim UTV pada seri ini, Astri mining dengan pembalap-pembalapnya, Wahyu Lamban, Edi BJ, Fen Saparita, H.Blegu dan Mariachi harus memaksakan diri untuk tetap optimis karena salah satu part pada UTV yang mereka gunakan belum datang. Padahal part tersebut yang dapat memecahkan permasalah belt CVT mereka yang sering bermasalah karena tenaga mobil mereka yang sudah ditambahkan turbo.
Namun dari sekian banyak masalah yang ada, the show must go on. Mereka akan bertarung diatas lintasan tanah yang menurut kebanyakan peserta tantangan utama ada pada licinnya lintasan karena banyaknya krikil yang mempersulit grip mobil mereka.






