SMN kembali mengadakan ajang adu kecepatan dilintasan offroad untuk ke tiga kalinya pada tahun ini. untuk kali ini event diselenggarakan di ibukota Jawa tengah, Semarang yang lebih tepatnya di daerah kota satelit BSB (Bumi Semarang Baru)
Sebuah kebun kacang telah disulap menjadi sebuah lintasan speed offroad dengan dua jalur lintasan sepanjang 1,8-2,2km siap menyajikan halang rintang bagi peserta yang mencapai 128 starter yang akan turun di berbagai kelas.
Seperti seri-seri sebelumnya, acara diselenggarakan selama 2 hari yaitu sabtu dan minggu, tetapi bagi para pembalap, mereka sudah harus mempersiapkan diri dan kendaraan sejak hari jumat. Hari jumat diisi dengan agenda pendaftaran ulang sampai dengan shakedown (uji lintasan).
Selama peserta menjalani shakedown, tidak ada kejadian yang begitu berarti. Patah as roda maupun overheat sudah menjadi kejadian biasa dalam ajang seperti ini. Tetapi sekiar pukul 16.30 sore, hujan mengguyur lintasan yang kemudian dilanjutkan dengan badai hebat. Saking hebatnya, badai tersebut sampai dapat menerbangkan tenda-tenda paddock yang sudah terpasang rapi.
Hampir tiga perempat area paddock habis luluh lantah oleh terjangan badai tersebut, motor berjatuhan, hingga body mobil yang terbuat dari fiber pun beterbangan layaknya kapas. kejadian ini terjadi cepat sekali, kurang lebih dalam waktu kurang dari 3 menit semua sudah terjadi.
Setelah kejadian itu RC (racing commite)langsung mengadakan rapat dadakan untuk membicarakan pelaksanaan hari pertama mengingat kondisi lintasan dan area paddock membutuhkan perbaikan hingga layak digunakan kembali.
Di hari perdana pelaksanaan Mitra Hino SMN Indonesia X-Offroad seri 3 ini, pihak RC memutuskan untuk TC (Time Control) pertama dimulai dari pukul 12.25, dimana para peserta harus mempersiapkan diri sesuai TC yang sudah diberikan.
Race untuk hari pertama hanya dilakukan dalam 1 SS (Special Stage), karena seluruh panita dan peserta membutuhkan waktu untuk berbenah karena kejadian badai semalam.
Sedangkan dalam race pun ada sedikit perubahan cara start. Biasanya 2 jalur start akan di isi dengan kelas yang sama. tetapi untuk mempersingkat waktu berjalannya lomba, RC memutuskan untuk melepas 2 kelas yang berbeda secara bersamaan.
Hal ini malah membuat acara semakin menarik, karena sering terjadi over taking (menyalip) pada beberapa peserta. Bagaimana tidak, hal itu disebabkan salah satu jalur pasti digunakan untuk kelas dengan mobil yang memiliki tenaga dan kecepatan yang lebih besar.
Walau pun kondisi paddock belum sepenuhnya pulih, tapi panitia dan peserta dapat melaksanakan lomba dengan baik, walaupun kejadian mobil overheat sampai mobil terbalik tidak bisa dihindarkan, justru itu merupakan sumber hiburan bagi para penonton.










