Connect with us

Touring Car

Terkuak! Ini Resep Eshark Dapur Cokelat Touring Championsip Selalu Ramai

Eshark Dapur Cokelat Touring Championship 2024
Eshark Dapur Cokelat Touring Championship 2024 (Foto: Fajar Eko Pratama)

BOGOR – Dari beberapa slot kejuaraan balap yang diselenggarakan pada Indonesia Sentul Series of Motorsport (ISSOM), ajang Eshark Dapur Cokelat Touring Championship (EDCTC) belum pernah sepi peminat sejak digulirkan beberapa waktu lalu.

Hal ini dapat terlihat dari banyaklnya pembalap yang kerap mengisi starting list di setiap putaran yang diselenggarakan. Menanggapi hal tersebut, Faris Lutfi, sebagai Ketua Penyelenggara Eshark Dapur Cokelat Touring Championship, menjelaskan beberapa hal yang menurutnya bisa menjadi magnet bagi para pembalap.

“Mungkin dari program yang kita buat, berdasarkan pengalaman kita menyelenggarakan kejuaraan gokart, ini yang masih mungkin di touring car ini belum dipakai nih, format yang kita punya,” buka Lutfi, saat wawancara dengan FastnLow.

Ia menambahkan, sistem regulasi serta beberapa hal lain yang menurutnya belum diaplikasikan pada sebuah kejuaraan, coba dihadirkan oleh manajemen untuk menjadi magnet agar pembalap tertarik. Setali tiga uang, hal tersebut terbukti mampu memberikan rangsangan sehingga kejuaraan ini kerap mendapatkan antusias yang lebih.

Faris Lutfi, Ketua Penyelennggara Eshark Dapur Cokelat Touring Championship

Faris Lutfi, Ketua Penyelennggara Eshark Dapur Cokelat Touring Championship (Foto: Fajar Eko Pratama)

 

“Kalau di touring car, justru di round-round terakhir, itu jadi gambaran buat peserta untuk kalau udah nggak punya peluang jadi malas. Tapi di kita justru, poin yang kita buat di round terakhir ini, poinnya itu malah jadi, persentase poinnya jadi lebih naik. Jadi orang yang punya peluang yang naik, masih nggak tertutup,” tambahnya.

Dengan skema poin yang dibuat lebih menarik, tentu hal ini dapat menimbulkan optimisme dari masing-masing pembalap untuk meraih gelar Juara Umum yang akan diakumulasi pada akhir musim. Di samping itu, melalui regulasi tersebut juga membawa persaingan menjadi lebih sengit antar pembalap.

“Kita berusaha sampai round terakhir, masih punya persaingan yang sengit untuk dapet juara overall umumnya nanti. Sama format balapan kita ini, sebenarnya dari awal kita cuma berusaha untuk bikin satu balapan yang menarik dengan cost yang lebih murah dibanding kelas-kelas lain. Jadi itu yang Alhamdulillah, mungkin masih jadi daya tarik peserta yang mengikuti balap ISOM ini,” beber Lutfi.

Meskipun bisa dikatakan berhasil mendapat animo yang begitu signifikan dari para pembalap, tetapi ia menyadari ada tantangan yang dihadapi dalam setiap kali penyelenggaraan. Salah satunya adalah dari kondisi aspal sirkuit Sentul, yang saat ini dalam kondisi tidak baik-baik saja.

Penyelenggara punya resep untuk tingkatkan animo peserta

Penyelenggara punya resep untuk tingkatkan animo peserta (Foto: Fajar Eko Pratama)

 

“Terus terang yang paling krusial sampai saat ini adalah kondisi track kita. Track kita ini gimana ya sedang tidak baik-baik saja. Kita berharap, untuk tahun depannya ada satu perubahan yang lebih signifikan lagi karena satu juga, kita bicara safety kan akhirnya. Paling-paling berat kendalanya itu. Kalau yang lain sih masih bisa kita atasin,” sambungnya.

Ia juga tidak menampik, bahwa selain resep yang telah disebutkan di atas, pihaknya juga turut mengadopsi beberapa regulasi yang diterapkan oleh promotor dalam mengemas kejuaraan nasional.

“Yang pasti regulasi sangat-sangat kita bikin simple sebetulnya. Kita terus terang, nyadur dengan kejuaraan nasional dan OMR Honda. Tapi ada beberapa hal yang kita buat lebih simple lagi, di mana itu jadi menarik. Terus range kendaraan yang memang kita buat lebih besar. Walaupun harapan kita untuk mobil-mobil yang lebih lama untuk bisa tampil masih belum maksimal. Tapi kita berharap itu untuk terus jalan. Kemudian sistem poin yang terus menarik dan yang terakhir adalah hadiah akhir tahun yang cukup kita buat menarik,” pungkas Lutfi. (*)

Comments

Copyright © 2022 Fastnlow.net. Theme by Fastnlow, powered by CV. OTOMEDIA NUSANTARA.

Connect