OKAYAMA – Toyota Gazoo Racing Indonesia (TGRI) berhasil menyabet waktu tercepat dalam sesi latihan bebas resmi GT World Challenge Asia 2023 yang berlangsung di Sirkuit International Okayama, Jepang.
Pada sesi yang berlangsung Jumat (18/8/2023) kemarin, duet pembalap Haridarma Manoppo dan Seita Nonaka (Jepang), sukses memaksimalkan performa mobil balap GR Supra GT4 untuk menorehkan waktu terbaiknya.
Meski sempat mengalami trouble saat run pertama dalam sesi latihan resmi, namun hal tersebut langsung dikerjakan dengan cepat oleh tim Jepang yang terdiri dari Flat Out Works dan TOM’S.
Hal ini dijelaskan oleh Haridarma Manoppo, usai melakoni sesi latihan pada Jumat sore. Dalam penjelasannya, pembalap yang biasa menggeber Toyota Yaris GR Sport di Kejurnas ITCR 1600 Max, mobil mengalami sedikit masalah namun bisa diperbaiki kembali untuk melakoni latihan resmi.

TGRI berhasil meraih waktu tercepat di sesi latihan resmi GT4 Okayama 2023 (TGRI/Andra Nidiawan)
“Jadi pada latihan resmi yang pertama, Nonaka mengambil yang duluan karena dia statusnya pembalap Silver. Jadi memang pada saat sesi pertama latihan resmi, kita enggak bisa dapat best lap karena tadi mobil masih mencoba settingan baru, dan masih ada yang tidak beres jadi belum maksimal hasilnya,” buka Haridarma.
Setelah semua settingan mobil diselesaikan dengan baik, pada run kedua hasil yang ditorehkan pun menjadi lebih baik. Ini menjadi sebuah harapan untuk TGRI di mana dalam persaingan kali ini mereka harus berhadapan dengan rival yang cukup berat.
“Terus yang run kedua, settingan mobil sudah aman, segala macam sudah aman dan tadi kita juga sudah tes ban baru jadi bisa memberikan waktu terbaik, khususnya Nonaka,” tambah Haridarma.

TGRI berhasil meraih waktu tercepat di sesi latihan resmi GT4 Okayama 2023 (TGRI/Andra Nidiawan)
Sementara itu, pembalap yang juga sebagai mentor ini mengaku bahwa banyak hal yang harus dipelajari dari rekan satu timnya tersebut. Terlebih, pengalaman serta kapabilitas Seita Nonaka di ajang balap Jepang tidak perlu diragukan lagi.
“Kalau dari saya sendiri, dengan adanya Nonaka ya banyak pelajaran yang bisa diambil. Seperti yang kmaren saya bilang, dan keterbatasan kita latihan khususnya terhadap mobilnya untuk saya karena mobilnya termasuk kategori dengan horse power besar, saya juga belum biasa balap pakai ban slick, dan ini membuat ban menjadi lebih grip,” imbuhnya.
Meski demikian, Hari tetap menargetkan di setiap kesempatan ia harus bisa melakukan perbaikan catatan waktu dari apa yang dihasilkan oleh Nonaka.
“Dan untuk saya, masih harus terus belajar, pokoknya target untuk mendekatkan waktunya dengan Nonaka. Selain itu, untuk saya juga mudah-mudahan bisa menjadi yang tercepat untuk pembalap di Kategori Bronze FIA Driver,” tutup Haridarma. (*)

