Toyota Team Indonesia pada ajang Indonesia Night City Slalom 2016 seri 5 yang diselenggarakan di kawasan Gedung Froggy BSD pada 3 September 2016 memang sudah berlalu. Event yang berlangsung dengan dukungan dari pihak Toyota cukup membuat kelimpungan para peserta.
Dengan lahan yang tergolong sempit, terciptalah soal Heat 1 dan Heat 2 yang tricky sehingga persiapan yang matang adalah kunci kesuksesan pada Indonesia Night City Slalom seri 5 BSD.
Dengan soal yang sebenarnya cukup menguntungkan bagi Toyota Team Indonesia (TTI) dan jadwal latihan dapat dibilang cukup untuk melibas seri ini, namun TTI masih belum bisa tampil maksimal dikarenakan oleh beberapa hal. Kendala teknis merupakan salah satu hambatan TTI untuk mencapai prestasi terbaik pada ajang slalom ini. Mesin yang seharusnya sudah dipensiunkan dipaksa untuk bertahan hingga mesin baru yang masih dalam proses siap untuk digunakan, ungkap Dimitri Fitra selaku manager lapangan TTI.
Bukan tanpa solusi, pihak TTI yang juga mendapat support penuh dari TRD (Toyota Racing Development) melalui perwakilannya ikut serta terjun ke lapangan untuk kepentingan riset yang nantinya bakal diterapkan pada Toyota Agya dan Etios Valco andalan TTI. Pihak TRD sedang gencar-gencarnya meriset kendaraan seperti apakah yang bakal menjadi ‘jagoan’ untuk slalom mengingat slalom hanya ada di Indonesia.
Sangat berbeda dengan gymkhana yang telah eksis diluar sana dengan kendaraan four wheel drive-nya, sedangkan slalom hanya menggunakan two wheel drive yang kemudian dibedakan atas penggerak roda depan dan penggerak roda belakang.
Tak tanggung-tanggung, itulah yang dilakukan TRD melalui perwakilannya untuk mendapatkan settingan yang tepat untuk slalom di Indonesia melalui TTI dengan melakukan riset seta terjun langsung baik dalam practice day maupun race day. Mari kita doakan bersama agar riset yang dilakukan oleh TRD dapat berjalan lancar, Aamiin….
Terlepas dari kendala yang dialami oleh TTI, race day dengan cuaca yang sangat mendukung para pembalap TTI dapat melewati Heat 1 dan Heat 2 dengan baik.
Untuk kejuaraan umum kelas A, ke-empat pembalap TTI (Mico, Anjas, Anza, Alinka) masih mampu bersaing pada Heat 2 sehingga dapat masuk dalam babak final. Diwakilkan oleh Anza dengan Toyota Agya mampu menempati posisi empat dengan 00:42,261 dan Mico pada posisi lima dengan 00:42,362 tentunya dengan gap yang tidak terlalu jauh dengan Dika CH sebagai juara umum di kelas A.
Sedangkan untuk kelas F, Anza mengalami kendala pada Heat 2 sehingga tidak dapat melaju pada babak final kemudian digantikan oleh Anjas yang dapat bertahan di posisi ke empat dengan 00:44,051 gap yang sangat tipis antara Anjas dan Demas Agil yang mempati posisi tiga dengan 00:44,043 pada babak final kelas F.
Dengan kompleksnya kendala yang dialami, para pembalap TTI dapat bersaing ketat dengan pembalap lain yang mungkin lebih minim kendala pada event GT Radial Indonesia Night City Slalom 2016 seri 5 BSD ini. Meski TTI belum mampu menempati posisi pertama, setidaknya lewat Anjas dan Anza TTI telah menunjukkan kualitasnya sebagai Team slalom terbaik di Indonesia yang patut untuk diperhitungkan.
Bravo Toyota Team Indonesia….

