Lagi lagi TTI masih dapat menunjukkan taringnnya. Anjasara Wahyu mampu bermain dengan cantik di seri kedua kejurnas slalom BSD semalam. Alhasil di berhasil merebut juara umum kelas FFA, yang juara itu sebelumnya di raih oleh Alinka Hardianti di tim yang sama.
Tim pabrikan Toyota yang di support penuh oleh GT Radial memang sudah sejak beberapa minggu lalu sudah mempersiapkan kendaraan nya dengan baik. Setingan suspensi maupun tekanan ban yang sesuai dengan karakter aspal BSD sudah mereka dapatkan. Jadi tidak heran kalau TTI dapat meraih
Namun sematang-matangnya persiapan masih ada saja kendala yang datang. Seperti yang terjadi pada Alinka, saat heat pertama ia merasakan ada kendala pada mobilnya. Dia merasakan tenaga mobil Toyota Etios yang dia gunakan sering tiba-tiba hilang akibatnya dia gagal meraih catatan terbaik dan ditambah dia menjatuhkan 1 cone. Otomatis Alinka sudah sulit sekali untuk dapat masuk babak Final FFA yang seri sebelumnya ia kuasai.
Tapi permasalah itu tidak berjalan lama, selebihnya TTI dalam ajang yang bertajuk GT Radial Indonesia Night City Slalom seri 2 ini dapat berjalan dengan baik. Hal ini berkat kerja sama tim yang solid dan support dari ban GT Radial Champiro SX2 dipadu Champiro HPX yang luar biasa performanya.
Namun dibalik itu semua, ada yang membuat bangga tim yang diasuh oleh Memet Djumhana ini. Toyota Agya adalah satu satunya Agya yang dapat masuk ke final kelas A, dan ikutan bertarung melawan mobil-mobil yang ber cc jauh diatasnya. Namun tidak mudah untuk bisa melawan mereka dengan karakter soal yang high speed seperti ini, jelas mereka yang ber cc lebih besar dapat melaju lebih kencang dibanding Toyota “imut” ini.
Sekali lagi selamat kepada Anjasara Wahyu, dan “Harapannya kedepan para pembalap TTI dan seluruh crew dapat meningkatkan kerjasama yang baik ini, untuk meraih juara nasional di akhir seri” ujar Dimitri (Manager TTI).






