Siapa yang tidak mengenal Toyota Team Indonesia, khususnya di kalangan pecinta gymkhana. Karena tim ini selalu mencetak prestasi di setiap tahunnya. Akan tetapi ada yang sedikit berbeda pada seri 3 Kejurnas MLDSPOT AUTO GYMKHANA 2018 yang bertempatkan di Parkiran Stadion Mandala Krida, Yogyakarta ini.

Kenapa saya bilang berbeda? karena para pembalap dari Toyota Team Indonesia tidak berhasil menempati posisi pertama. Tentu saja kita penasaran, apakah ada kendala sehingga tidak bisa tampil maksimal. Pada akhirnya team Fastnlow pun bertanya kesalah satu perwakilan dari Toyota Team Indonesia sekaligus Manager Team yaitu Dimitri Fitra.

Dia pun mengatakan bahwa sebenarnya tidak ada kendala teknis atau bagaimana. Hanya saja untuk kelas standard alias kelas A, untuk memperoleh podium utama agak berat. Karena lawan-lawannya menggunakan mobil yang rata2 menggunakan 1500cc, sedangkan Toyota Team Indonesia sendiri menurunkan Toyota Agya yang memiliki kapasitas 1200cc saja.

Selain itu karakteristik soal pada putaran 3 ini memiliki tipe trek high speed atau berkecepatan tinggi. Hal tersebut yang membuat Toyota Team Indonesia kesulitan untuk mengejar podium pertama khususnya di kelas A. Dan hal ini yang menjadi tantangan tersendiri bagi Toyota Team Indonesia. Karena untuk tahun ini soal yang disediakan oleh pihak panitia rata – rata memiliki karakteristik high speed.

Selain itu dengan tipe soal seperti ini lawan – lawan dari Toyota Team Indonesia sangat diuntungkan. Karena mereka menggunakan mobil berkapasitas cc besar seperti Honda Jazz maupun Toyota Yaris untuk di kelas standardnya.

Selain itu pada seri 3 Kejurnas MLDSPOT AUTO GYMKHANA 2018 ini, persaingan antar pembalap sangat ketat. Khususnya untuk kelas F atau modifikasi yang rata – rata pembalapnya bisa menempel bahkan ada yang melampaui waktu yang dicetak oleh pembalap dari Toyota Team Indonesia. Dan dari situ lah Toyota Team Indonesia hanya bisa puas di posisi runner up untuk Kelas A maupun Kelas F.

“Kalo kita mungkin kurangnya ada di kurangnya latihan, karena di Jakarta sulit untuk mencari lahan buat latihan. Sehingga semenjak dari seri Tegal kemarin, kita baru sempet latihan lagi di Stadion Maguwoharjo, Yogyakarta. Selain itu juga kita lebih fokus riset ke mobil kelas standardnya, sedangkan mobil kelas F tidak banyak perubahan dari seri Tegal kemarin” ucap dimitri fitra manager dari TTI.

