Berhasil meraih banyak gelar dari kelas yang berbeda pada Indonesia Open eXtreme Championship Offroad Racing (IOXR) 2016, JF Intersport meraih podium kedua pada Kejuaraan Team. Hal ini tentu semakin membuka peluang untuk meraih gelar pada Kejuaraan Team setelah putaran awal menjadi penguasa.

Poin tertinggi berhasil dipersembahkan Febby K yang dinavigatori Opick H ketika berlaga di kelas G2.1. Febby K yang mengendarai Suzuki Jimny berhasil mengalahkan 24 pesaingnya dan merebut juara pertama setelah melalui 4 SS. Memang sejak SS pertama hingga ketiga, Febby selalu menjadi yang tercepat sehingga cukup sulit dikejar oleh pesaingnya. Walau tidak berhasil menjadi yang tercepat pada SS 4, Catatan waktu Febby masih terlalu jauh dari juara kedua dengan total waktu 14 menit 34, 583 detik, Febby K unggul hampir 7 detik. “Alhamdulillah saya bisa konsisten sejak SS pertama dan menjaga emosi agar dapat menyumbang poin untuk tim. Koreksi tentang tekanan udara dan diskusi dengan navigator membantu saya meraih juara,”ungkap Febby K.

A. Riezka Donalsha bersama navigator Donny Wardono yang menggunakan Jeep Cherokee untuk turun di kelas G4.3 berhasil menjadi runner up dan memberikan 12 poin bagi tim JF Intersport. Walau sempat memuncaki kelas G4.3 hingga SS ketiga, akhirnya A. Riezka Donalsha harus merelakan podium pertama yang sudah di depan mata pada SS 4. Memang persaingan sangat ketat antara Donalsha dengan juara pertama di kelas G4.3. Donalsha hanya kalah kurang dari dua detik setelah mencatatkan waktu 12 menit 13, 298 tapi hasil ini membuatnya menjadi satu-satunya wakil JF Intersport pada ‘Champ of the Champ’. “Sayangnya saya gagal mempertahankan peringkat di SS empat, tapi Alhamdulillah masih selamat dan berhasil merebut juara kedua,” jelas A. Riezka Donalsha.

Untuk peraih poin ketiga bagi JF Intersport berhasil diberikan Hans Gunawan dengan navigator Achmad Faisal. Walau berhasil menjadi yang tercepat pada SS ketiga, akhirnya Hans Gunawan harus puas memberikan 10 poin pada tim JF Intersport setelah berlaga di kelas G4.2. Poin ini diperoleh setelah menjadi juara ketiga dengan catatan waktu 12 menit 25, 506 detik.
Hans Gunawan pun mengaku puas dengan hasil ini, “Puji Tuhan saya bisa fight hingga meraih juara ketiga walau mengalami kendala pada gear box hingga pengapian pada SS 1 dan 2. Permasalahan tersebut berhasil diatasi pada malam hari sehingga bisa bertarung habis-habisan pada SS 3 hingga menjadi ‘fastest’ di kelas dan grup 6 silinder. Hasil waktu di SS 3 membuat saya ingin merebut podium kedua pada SS 4 tapi kendala pada gear box menghambat kembali,”

Sedangkan Rifky Bachrie bersama Garindra Kusuma sebagai navigator harus puas menyumbangkan 3 poin setelah hanya berhasil finish diurutan ke 8 pada kelas G5.3. Sebenarnya memiliki peluang besar untuk masuk tiga besar jika dilihat dari hasil SS 3 maupun 4. Tapi Hasil catatan waktu pada SS 1 dan 2 yang sangat besar membuatnya gagal bersinar.
“Alhamdulillah kami tetap bisa berprestasi, hasil pada IXOR putaran 2 membuat tim JF Intersport semakin membuka peluang untuk menjuarai kategori Team. Meskipun kami hanya berada diperingkat kedua pada kejuaraan Team,”ungkap Dira Sulanjana sebagai manager tim JF Intersport.

Sedangkan tim JF Troupe Intersport hanya berhasil meraih peringkat 8 dari 16 tim yang berlaga pada Indonesia Open Championship Offroad Racing (IXOR). Walau sebenarnya para pembalap dari JF Troupe Intersport berhasil merebut beberapa gelar dari kelas yang diikuti tapi poin yang dihasilkan tidak cukup besar.
Dengan formasi pembalap Bintang Pradana bersama Dodi Juwandi yang turun di kelas G5.3 berhasil merebut juara ketiga dari 13 pesaingnya. Bintang berhasil mendapatkan 10 poin. Dira Sulanjana dengan navigator Boyke Fadjar berhasil menjadi podium tertinggi untuk kelas G5.2, namun keberhasilan menjuarai kelas ini hanya mendapatkan 8 poin. Sedangkan Bani Adityasuni dan Budi Prakoso memperoleh 6 poin dari hasil meraih peringkat kelima pada kelas G3.2. Poin tambahan dari A. Zulfikar/Emir Aulia gagal diperoleh dikarenakan mobil Jeep Cherokee yang digunakan gagal mencatatkan waktu pada SS keempat.
Sedangkan satu pembalap yang tidak masuk dalam kedua tim karena memang kuota tiap tim hanya empat pembalap yaitu Pramono Hardy dengan navigator Aepz yang mengendarai Toyota Hilux berhasil meraih gelar juara kedua untuk G5.2 setelah mencatatkan waktu 13 menit 58, 029 detik.

Dari hasil keseluruhan di kedua tim dan satu pembalap dengan total 9 pembalap, yang berlaga berhasil merebut 7 gelar. Prestasi ini tentu membuat tim JF Intersport dan JF Troupe Intersport tidak mudah puas. Persiapan pun akan segera dilakukan untuk seluruh mobil hingga pembalap agar dapat menjaga peluang meraih gelar di kejuaraan team.”Kami berharap untuk bisa kembali merebut juara pertama pada kejuaraan team, untuk itu kami akan menyiapkan secara menyeluruh agar tetap dapat kompetitif,” pungkas Dira Sulanjana.

