BANDUNG – Target tim slalom Rajawali Arkato Racing Team (RART) untuk melakukan victory lap pada ajang Kejurnas Slalom 2024, akhirnya terealisasi lewat tangan Keizha Venda Salsabila.
Peslalom yang resmi berseragam hitam kuning pada awal musim ini, sukses memberikan pencapaian baru untuk tim asal Kota Serang, Banten.
Pada heat final yang dilangsungkan malam hari, Keizha, berhasil menorehkan waktu tercepat di Kelas Wanita dengan catatan waktu 50.925 detik dan menempatkan ia sebagai kampiun di seri penutup yang berlangsung di GOR Arcamanik, Bandung, Jawa Barat.
Menurut dara yang masih menyelesaikan studinya di salah satu universitas di Bandung, keberhasilan ini bukan sekedar menempati podium pertama tetapi lebih kepada menuntaskan puasa victory lap yang dirasakan oleh tim selama satu musim.
“Kalau menurut saya, ini adalah penutup musim yang manis, karena sebelum-sebelumnya kan kayak, jujur hasil aku pun naik turun gitu kan. Terus saya juga sempat beberapa kali drop, dan dengan hasil ini membuktikan bahwa saya juga bisa tampil maksimal dan melakukan victory lap,” buka Keizha, dalam wawancaranya.

Selebrasi kemenangan Keizha bersama tim RART (Foto: RART)
Meski sudah berusaha semaksimal mungkin, tetapi pada laga pamungkas ini, peslalom yang sebelumnya bernaung di bawah tim pabrikan turut melakukan sebuah ritual baru untuk lebih menyatukan ia dengan mobil balap.
Di samping itu, Keizha, juga turut melakukan penggantian sepatu agar pada saat berjibaku di atas lintasan ia tidak merasa licin akibat tapak sepatu yang basah.
“Setelah mapping untuk heat final, saya sengaja untuk membawa mobil sendiri dari paddock ke waiting zone. Dan saya juga sempat mengganti sepatu yang basah, dengan yang kering karena saya tidak mau licin pas final,” bebernya.
Progres yang ditorehkan oleh Keizha sejak heat pertama dan heat kedua memang menunjukkan perkembangan yang impresif. Setelah menuntsskan heta pertama dengan berada di posisi ketiga, ia nothing to lose dengan persaimgan yang terjadi.
“Kalau menurut saya, persaingamnya sangat ketat. Karena sejak heat pertama, saya berada dj posisi ketiga, dan saya merasa hasilnya masih oke. Begitu masuk heat kedua, time saya naik jadi kedua. Pas heat final, turun hujan dan saya sempat merasa enggak pede, tapi setelah ngobrol sama orang tua, akhirnya saya mencoba untuk lebih percaya diri, dan Alhamdulillah hasilnya sangat memuaskan,” ucapnya penuh semangat.
Atas pencapaiannya tersebut, ia juga turut mengucapkan terima kasih atas dukungan yang telah diberikan baik dari keluarga ataupun tim yang telah menyiapkan segala sesuatu dengan sangat baik.
“Yang bisa saya ungkapin, pastinya berterima kasih khususnya ke keluarga dan tim RART. Semua tim dari RART, saya berterima kasih banyak. Terutama yang mengajarkan, seperti Mas Demas, Mas Feno, Mas Satria, dan Mas Rio,” pungkasnya. (*)

