Kendala yang terjadi pada SS 3 di Hardys Land Sencaki yaitu pada saat survey. Panitia sudah mengumumkan bahwa waktu start diundur 15 menit. Tentunya para peserta berasumsi bahwa TC pun mundur 15 menit. Namun pada kenyataannya tidak. Ternyata hanya startnya saja yang diundur, untuk waktu TC tidak diundur. Sehingga pada saat survey belum sepenuhnya selesai, tim Hardys Land Sencaki sudah harus masuk ke start line.
Untuk Dika dan Heru pada 2 SS pertama, mereka menggunakan ban GT Radial Savero Komodo XT, yang dimana ban tersebut tidak mampu mengimbangi tenaga dari mesin dan kondisi track yang licin penuh dengan batu. Karena dari pihak panitia sendiri memperbolehkan menggunakan ban selain GT Radial, pada akhirnya SS 3 mereka melakukan penggantian ban menggunakan Simex Extreme.

Alhasil mobil mendapatkan grip yang cukup baik dari ban sebelumnya, sehingga mereka dapat mencatat waktu lebih cepat dari sebelumnya, bahkan waktunya pak Dika lebih cepat dibandingkan dengan pak Fen dari Melia Laundry Sencaki pada SS 3 ini. Disisi lain meskipun waktunya tidak terlalu jauh, tetapi point yang diraih oleh Heru semakin membaik seiringnya SS berjalan.

Bagi Hardys Land, seri kali ini bisa saja menjadi seri penentu juara event ini. Hal itu dapat dilihat dari jumlah seri yang hanya 3 seri saja. Oleh sebab itu seri 1 dan 2 memang sengaja dirancang untuk melakukan “push to the limit” pada tim ini, tentunya dengan tujuan jumlah poin yang dikumpulkan dapat menutupi kekurangan yang bakal terjadi di seri ke 3 besok. Sehingga seburuk-buruknya kondisi Wahyu Lamban mendapat peringkat ke dua pada seri terakhir besok, dia dapat tetap menjadi Juara Nasional (lagi).

