Hardys Land Sencaki yang kembali turun tanah dengan menerjunkan 4 pembalap andalannya Wahyu Lamban, di kelas Upper, Aan ZK di kelas Upper, Dika di kelas Under dan Heru Brekele di kelas Under.
Ajang yang diadakan oleh SMN yang bertajuk Indonesia eXtreme Offroad 4×4 Individual seri 2 ini dilaksanakan di Sakura Sakapura Gunung Goong, Tasikmalaya selama 2 hari. Dengan kendaraan yang sama sekali tidak mengalami perubahan pada setingan mesin sejak ajang offroad di Bali awal Oktober lalu mereka mampu menunjukkan performa yang terbaik.
Hardys Land Sencaki yang merupakan tim yang dibangun oleh bapak I Gede Hardys, seorang pengusaha property asal Bali yang bergabung dengan Sencaki Management milik Wahyu Lamban ini memang sangat mementingkan sistem management tim.

Alhasil pada lintasan yang menurut beberapa peserta ini cukup licin, Wahyu Lamban dapat mencatatkan waktu tercepat di SS pertama dengan catatan waktu 1: 50,651, padahal persiapan pada kendaraan tidak terlalu special, namun tim Hardys Land Sencaki lebih menitik beratkan pada persiapan management tim.

Dan saat SS 2 Wahyu Lamban kembali mencoba untuk menjadi tercepat. Sejak start Wahyu Lamban bermain sangat rapih, namun di ¾ perjalanan, di sebuah gundukan tiba-tiba salah satu ban mobil sobek. Dengan sisa lintasan ¼ perjalanan Wahyu Lamban tetap memaksakan diri untuk finis, dan usahanya berhasil walaupun tidak dapat memperoleh waktu tercepat.

Walaupun tidak berhasil menjadi yang tercepat, predikat itu tidak lari dari tim Hardys Land Sencaki. Waktu tercepat berhasil di ambil alih oleh Aan ZK dengan mobil tubular karya bengkel IDEK bermesin LS 3 (V8 chevrolet) yang disusul dengan Wahyu Lamban di urutan kedua. Luar biasaa!!
Ditanya tentang kejadian itu Wahyu Lamban mengakui saat di gundukan tersebut mobil memang terlalu cepat, dan ban tidak mampu menahan tekanan yang sebesar itu. Sedikit kesal, namun ia akan terus berusaha yang terbaik untuk timnya.

