Seorang Juara Nasional Adventure Offroad ternyata merasa “pusing” juga saat turun di ajang speed offroad. Wahyu Lamban Jatmiko (WLJ) yang pada seri perdana lalu merupakan debut pertamanya menggunakan mobil tubular dan mesin V8 ciptaannya harus puas pulang dengan tangan kosong.
Dengan hasil di seri pertama, WLJ melakukan riset yang menghasilkan mesin V8 + turbo untuk event seri 2 Indonesia Xtreme Offroad Racing yang dilaksanakan di Serang – Banten sabtu dan minggu ini. Namun kendala kembali muncul.
Saat Shake Down, rem mobil WLJ “nyeplos”. ” rem hanya bekerja sekitar 30%-40% dari yang saya harapkan” kata pemilik bengkel Idek ini. di SS 1, WLJ berusaha extra keras mengendalikan mobil yang di claim oleh Steve (Shift Engineering) bertenaga 390 WHP ini, sebab di tengah jalan gigi transmisi tidak bisa berpindah ke gigi 4 atau pun 2. Nyangkut di gigi 3, namun dengan nyangkutnya di gigi 3 WLJ tetap mampu masuk dalam 10 besar catatan waktu best overall.
Bagi WLJ, permasalahnya sudah jelas ada pada gearbox yang tidak kuat menahan tenaga mesin sebesar itu, belum lagi masalah pengapian mesin yang juga ternyata menghambat kinerja mesin. Alhasil usai SS3 WLJ memutuskan untuk tidak melanjutkan perjuangannya demi kesehatan mesin agar tidak bertambah parah. “Padahal sampe SS 3 aku masih masuk 20 besar best overall lho..” sesalnya.
Namun WLJ mengatakan, riset berjalan dengan baik. Walau terjadi hal-hal yang tidak menyenangkan di lapangan, tapi hal ini di jadikannya sebuah pengalaman untuk memperbaiki kualitas kendaraan di masa depan. Selanjutnya “PR” WLJ adalah mencari gear box yang terbaik untuk mobilnya.
Tetap semangat mas Wahyu.. Buktikan Yogyakarta bisa!!








