Connect with us
https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js

Event

Wakili Pengda Jogja, Wadyabala Beraksi di Kejurnas IOF Final Round

Sebelum menutup akhir tahun,final round kompetisi offroad dari Kejurnas IOF sudah berakhir beberapa hari lalu, rangkaian kegiatan mulai dilaksanakan pada 31 Oktober-3 November 2019 di Sirkuit Gunung Bathang, Kabupaten Gresik. Sementara itu, kegiatan balapan sendiri berlangsung selama dua hari pada hari Sabtu dan Minggu.

Kejurnas kali ini terdiri dari 3 kategori lomba dan terbagi menjadi beberapa kelas. Kategori tersebut adalah Adventure Kompetisi (kelas pro dan rookie), Racing Adventure (kelas 1000 cc standar, 1000 cc modif, under, upper, FFA), dan Adventure Remote Control/RC (1:9, FFA, Hardbody). RC, serius? Yaps, Kejurnas seri terakhir ini merupakan pertama kalinya menyisipkan kategori RC dan untuk kedepannya IOF mewajibkan setiap perwakilan Pengda memiliki tim RC sebagai syarat mengikuti dan menjuarai Kejurnas IOF.

Dalam kesempatan ini, Fastnlow sebagai media online yang berbasis di Yogyakarta, tentunya mendukung penuh dan membela tim Wadyabala IOF Pengda DIY. Meskipun Kejurnas di Gresik merupakan gelaran Seri 3 atau putaran terakhir pada tahun ini, IOF Pengda DIY baru pertama kali mengirimkan timnya. Cuss langsung aja gimana keseruannya…

 

Hari pertama kompetisi offroad skala 1:1 main di 3 SCS secara random, yang artinya tiap peserta memasuki SCS tidak secara berurutan untuk menyingkat waktu karena saking membludaknya peserta. Satu demi satu perwakilan dari IOF Pengda DIY masuk SCS.

Sayangnya Awe yang turun di Kelas Winching mengalami stuck, ‘nyangkut’ di handicap batu besar di SCS 2 yang akibatnya merontokkan laker as. Sementara Wahyu Lamban Jatmiko alias WLJ kurang berjalan mulus di SCS 1, sesaat keluar dari garis start mobil tiba-tiba tidak mau di gas. Ternyata kabel gas lepas dari pedalnya, terpaksa sepanjang SCS 1 WLJ nge-gas menggunakan tangan kanannya. WLJ kali ini bergerilya menunggangi kuda besi yang pernah Ia gunakan saat bergabung dengan tim Hardys Land yang dulu pernah dibelanya. Yaps, WLJ baru saja membeli kembali tunggangannya yang pernah mengantarkan sebagai juara nasional.

Pada hari pertama WLJ berhasil menyabet fastest lap di 2 SCS. Sedangkan Ridha Giwangkara di Kelas Upper yang juga tergabung dengan tim Wadyabala sempat fastest 1 kali menggunakan mesin Cherokee. Sayang sekali SCS akhir di hari pertama, Ridha tak bisa memanfaatkan kesempatan karena lokasi sirkuit diguyur hujan yang sangat lebat dimana menghalangi penglihatan. Secara keseluruhan penampilan Wadyabala di hari pertama bermain cukup baik.

Hari kedua adalah waktunya bermain ‘pol-polan’ bagi Wadyabala. Awe yang turun di Kelas Winching berhasil menahan Dek Rai peserta muda yang memang patut diwaspadai dari Pengda Bali. Alhasil, Awe menjuarai kelas itu.

Sedangkan tim Wadyabala lainnya turun di Kelas Non Winch, karena di kelas ini banyak sekali peserta yang harus ditahan poinnya. Oke cerita sedikit tentang strategi, pada dasarnya para Pengda yang sudah bermain pada dua seri sebelumnya rata-rata sudah mengantongi total poin yang cukup banyak. Mengingat Pengda Jogja baru main satu kali harus berjuang mati-matian untuk mengumpulkan poin. Dalam hal ini trik tim Jogja harus bermain cantik dan sempurna di tiap kelasnya dan jujur saja sejak keberangkatan, Wadyabala sudah membawa beban cukup berat.

“Iya, tim Wadyabala baru ikut seri terakhir ini, seri sebelumnya nggak ikut. Jogja belum main aja udah kalah 45 poin dari Bali, dan kalah 32 poin dari Jatim jadi kita harus nguber poin 50 dari RC dan racing adventure,” cetus Heru, Tim Manager.

Lantas, geser ke offroad 1:9 alias RC. Sebagai info, seperti yang disebutkan diatas, pada Kejurnas IOF selanjutnya wajib menurunkan Kategori RC sebagai syarat kemenangan juara nasional. Dan tentu saja, keseluruhan poin baik dari RC maupun kompetisi adventure bakal digabungkan.

Wadyabala pun sudah siap akan hal itu dimana menurunkan 3 kelas sekaligus yakni kelas 1:9, FFA dan Hardbody. Cukup dengan 3 jagoan RC offroad tim Jogja ini cukup percaya diri turun di Kategori RC dan salah satunya adalah Fastnlow crew, Asep alias Konyep.

Aksi 3 jagoan ini juga tak kalah seru, bermain sangat lepas walaupun Andy sempat mengalami patah suspensi di salah satu SCS tetapi untungnya terjadi saat mendekati garis finish. Sedangkan Yuyun bermain sangat cepat.

Mereka semua harus menaklukkan 8 SCS dan 2 SCS pada Kelas Hardbody di hari pertama. Performa dan trik pun dikerahkan ‘pol-polan’ di hari itu, karena yang dikhawatirkan masalah perubahan karakter tanah dimana siang itu mulai diguyur hujan. Dan benar saja, belum usai 8 SCS hujan kencang mengguyur lintasan yang akhirnya merubah karakter trek jadi lebih padat bahkan di beberapa titik cukup licin.

Disela balapan, sebuah drama muncul saat salah seorang panitia yang sejak awal diketahui sebagai master track ikut turun beradu kecepatan di trek itu. Sontak membuat para peserta lainnya merasa ada hal yang kurang adil. Meskipun begitu, sikap protes para peserta tampaknya tak digubris.

Bonus foto:

Comments

Bergabung dengan Team Baru, Gibran Semakin Menorehkan Prestasi

Karting

GR Yaris, Mobil Andalan Toyota Untuk Menangkan Ajang World Rally Championship Segera Hadir di Indonesia

Cars

Kembalinya Kejurnas Gokart di New Normal

Karting

Putaran Pertama ISSOM 2021 Hadirkan Rivalitas Dua Tim Pabrikan dan Sedikit Kejutan Lainnya.

Race event

Copyright © 2019 Fastnlow.net. Theme by Fastnlow, powered by CV. OTOMEDIA NUSANTARA.

Connect