Memasuki putaran IV kejuaraan nasional (Kejurnas) BSD City Grand Prix, sebuah balap mobil yang di gelar di jalan raya ini tentu memberikan sensasi tersendiri bagi para pembalap. Termasuk mereka yang mengikuti ETCC Indonesia 2017 yang akan berlaga dalam ajang bertema ‘Race Of Indonesian Champions’ pada 19 – 20 Agustus 2017.
ETCC yang hanya diikuti pembalap dengan mobil buatan Eropa ini akan terbagi dalam kelas perlombaan Euro 2000 dan Euro 3000, kedua kelas tersebut kembali dibanjiri peserta. Tidak kurang 42 stater pada dikedua kelas perlombaan tersebut akan ambil bagian dari perlombaan ini. Tampilnya kembali muka-muka lama pada event ini tak ayal membuat panitia membatasi jumlah peserta.
Tampak pada kelas Euro 2000, tampilnya kembali Ardian Trisura dengan BMW E30 M3 yang telah dipersiapkan dengan matang oleh tuner UNOTECH, membuat kelas ini semakin kompetitif. Tidak ketinggalan Pegokart Juara Nasional Gezha Sudirman ikut ambil bagian pada ajang bergengsi ini.
Selebritis muda Zharfan Rahmadi akan mencoba kemampuan mobil BMW E36, konon mobil tersebut adalah kendaraan termahal dalam modifikasinya di kelas Euro 2000. Pada ajang Euro 2000 juga akan diikuti oleh satu satunya pembalap daerah yang datang langsung dari Kediri Jawa Timur. Eko Bambang akan tampil dengan mewakili IMI JATIM pada ajang Kejurnas ini.
Pada ajang BSD-GP , ETCC INDONESIA akan menampilkan kendaraan-kendaraan terbaik keluaran pabrikan Eropa. yang selama ini telah aktif dalam ISSOM 2017. Pada kelas Euro 2000 terlihat adanya Mercedes 190 Coswort yang dikendarai oleh Rudi SL dan Fadil dari team Jakarta Ban, serta tidak ketinggalan tampilnya Peugeot 306 GTI keluaran rumah modifikasi Peugeot Sport yang didatangkan langsung dari Eropa beberapa waktu lalu oleh pembalapnya, Romy Tahrizy dari Team GRT.
Apresiasi besar kami berikan kepada Team E30 Motorsport yang terdaftar sebagai satu-satunya team club BMW E30 Register pada ETCC Indonesia.
Pada kelas Euro 3000 juga tampil nya kembali si Flying Kid Arya Karistianto yang didukung penuh oleh sang Ayah, Ari Karistianto, kembali akan menunjukan kemampuannya pada kelas Euro 3000. Vacum dalam 2 tahun terakhir karna kesibukan kuliah,” saya gatal liat ETCC sekarang, semakin kompetitif, makanya sekarang balap lagi nih.”
Juga tidak ketinggalan, Drifter Nasional, Adwitya Amandio juga akan kembali menunjukan kepiawaiannya dan bersaing dengan peserta Euro 3000 lainnya. Dengan menggunakan type mesin M Engine Amandio akan berusaha melibas lawan-lawannya.
Kelas Euro 3000 selain tampilnya beberapa pembalap papan atas, seperti Gerry Nasution, Posma Panggabean dengan BMW E90BTCC, Rudi SL dengan Porsche Carerra, Abimanyu Kameswhara dengan BMW E36M3, Wing Bharoto dengan Porsche Carrera dan pembalap papan atas lainnya akan membuat balapan nanti di BSD jadi sangat menarik ditonton. Sangat disayangkan, 2 kendaraan bergengsi lainnya batal tampil pada ajang ini. David Steve dari D.Spec Motorsport yang telah menyiapkan mobilnya VW Scirocco GTI yang dibeli langsung dari Jerman pada ajang Scirocco Cup tidak dapat tampil dengan kendala sparepart mesinnya tidak kunjung keluar dari Bea&Cukai, “padahal sparepart sudah tiba dari singapura,” ujar David Steve, yang merupakan adik dari Founder ETCC Indonesia, Ahmad Sadewa.
Hal serupa juga dialami oleh Setiawan Santoso dengan BMW E46 Fullspec M3, juga batal tampil.dengan kendala yang sama.” Sparepart saya nyangkut di Bea&Cukai, lagi lampu merah,” kata Setiawan Santoso.
Tampilnya ETCC Indonesia pada BSD-GP tentunya akan memberikan warna tersendiri pada ajang balap mobil jalan raya ini. Kedepannya ETCC Indonesia akan terus berinovasi dengan membuka kelas baru, yaitu Euro 3000 Super Class yang akan diikuti oleh kendaraan pabrikan Eropa, terutama kendaraan-kendaraan yang over spec dari regulasi baku yang telah ada. “Kami akan megakomodir semua kendaraan Eropa, tentunya tetap mengusung faktor safety dalam kelas tersebut,” ujar Titus Wahyudi selaku penasehat ETCC Indonesia

