Akhir pekan lalu, 20–21 September 2025, Sirkuit Lanud Gading, Gunungkidul, Yogyakarta, dipenuhi deru mesin dan riuh penonton. Dua kejuaraan besar digelar bersamaan: Java Drag Record (JDR) seri ke-3 yang menjadi babak final musim ini, serta Kejurnas Drag Race seri ke-5. Kombinasi ini menghadirkan sejarah baru dengan total 841 starter, jumlah peserta terbanyak sepanjang JDR 2025. Target panitia yang semula 800 starter bukan hanya tercapai, melainkan terlampaui.
Pada seri pamungkas JDR, tiga kategori bergengsi menjadi pusat perhatian: Bracket Time, Diesel Power, dan Ladies Class. Juara umum ditentukan dari akumulasi poin sepanjang musim, dan para pemenang berhak membawa pulang hadiah prestisius berupa sepeda motor baru dan Piala KPH Purbodiningrat, yang secara resmi diserahkan oleh perwakilan IMI DIY, Aziz Zuhry.
Di kelas Bracket Time, gelar juara umum akhirnya diraih oleh Mahardika Sandi (Mandiri Racing Team, Jawa Timur) dengan total 185 poin. Selain mengunci posisi teratas, Mahardika juga berhak atas 1 unit Yamaha NMAX plus Piala KPH Purbodiningrat. Tiga besar Bracket Time dilengkapi oleh M. Wasrik (SEA Team 59, 147 poin), Tio GMJ1 (Kikim Variasi Pusat, 134 poin). Persaingan ketat ini menjadi bukti bahwa kelas Bracket Time tetap jadi salah satu kategori paling kompetitif di drag race.
Sementara di kelas Diesel Power, dominasi penuh diperlihatkan oleh tim 705 PM Kids. Dicky Pahala keluar sebagai juara umum dengan 118 poin, membawa pulang hadiah 1 unit Yamaha Gear 125 dan Piala KPH Purbodiningrat. Empat besar lain yang juga berasal dari 705 PM Kids menegaskan superioritas tim ini: Ade Pahala (95 poin), Untung Pahala (93 poin), David Pahala, dan Michael Pahala. Praktis, lima besar Diesel Power tahun ini disapu bersih oleh satu tim.
Di kelas Ladies, Catherin (SEA Team 59, Jawa Timur) membuktikan konsistensinya dengan mengakhiri musim di puncak klasemen berbekal 31 poin. Ia membawa pulang hadiah berupa uang tunai plus Piala KPH Purbodiningrat, menandai langkah besar bagi pembalap wanita dalam dunia drag race yang penuh persaingan.
Selain perebutan gelar juara umum, perhatian juga tertuju pada catatan waktu tercepat. Di kelas Outlaw All Motor Diesel, Yulius dari K-Wheels, Sumatera Selatan mencatatkan waktu luar biasa, 6,383 detik, menjadikannya mobil tercepat sepanjang event. Catatan ini sekaligus menegaskan kelas Outlaw sebagai kasta tertinggi drag race, tempat para “monster” modifikasi bebas benar-benar unjuk gigi.
Namun bukan hanya Outlaw dan Diesel Power yang mencuri perhatian. Salah satu cerita menarik datang dari mobil VW yang masih bisa berjaya di lintasan. Meski tergolong “senior” dibandingkan mesin-mesin modern berteknologi tinggi, VW yang turun di event ini berhasil membuktikan daya tahannya. Masih bisa bersaing dan memberi kejutan, VW menunjukkan bahwa dalam drag race, bukan hanya soal teknologi terbaru, tapi juga soal ketelitian mekanik, sentuhan modifikasi, dan semangat tanpa henti. Kejutan dari mobil VW ini jadi pembicaraan hangat, seolah nostalgia bertemu dengan modernitas di lintasan lurus.
Dari sisi Kejurnas, seri ke-5 ini makin memanaskan persaingan menuju final. Mahardika Sandi yang juga mendominasi di JDR, tetap konsisten menjaga posisinya di klasemen nasional, meski tekanan dari M. Wasrik dan pembalap lain makin terasa. Artinya, pertarungan belum selesai. Seri pamungkas Kejurnas Drag Race 2025 akan digelar di Sulawesi, dan di sanalah gelar juara nasional sejati akan diputuskan.
Gelaran besar ini juga disemarakkan dengan kehadiran Kanjeng Purbodiningrat, Ketua IMI DIY, yang membuka acara secara seremonial. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya event seperti ini untuk terus berlanjut agar selalu ada wadah resmi bagi pembalap di Yogyakarta dan Jawa Tengah.
Sementara itu, dari sisi penyelenggaraan, Vito Indonesia selaku event organizer kembali mendapat pujian. Seri pamungkas JDR ini berjalan tanpa kendala berarti. Meski begitu, Vito tetap menggarisbawahi bahwa kualitas event masih bisa ditingkatkan—mulai dari sajian hiburan untuk penonton, pelayanan bagi peserta, hingga menggaet sponsor lebih banyak. Dengan dukungan sponsor yang kuat, ajang ini diyakini bisa naik kelas, tak hanya jadi kompetisi olahraga tapi juga tontonan menarik bagi publik.
Dengan jumlah peserta yang memecahkan rekor, hadiah besar, munculnya juara-juara baru, dan cerita unik dari mobil VW yang tetap kompetitif, Java Drag Record Final & Kejurnas Seri 5 di Gunungkidul bukan hanya sebuah perlombaan drag race, melainkan perayaan semangat otomotif Indonesia. Dan kini, semua mata tertuju ke Sulawesi, tempat penentuan akhir siapa yang akan mengangkat trofi juara nasional 2025.

