Apakah anda pernah mengalami aki/ baterai mobil mati sebelum waktunya? Sebelum menggantinya, ada baiknya anda mengecek sistem kelistrikan mobil dimulai dari alternator. Yaps, lantaran perangkat inilah yang mengisi daya ke baterai dan memasok energi listrik ke semua sistem. Alternator mengubah energi mekanik dari engine-spun menjadi energi listrik yang disimpan oleh baterai dan atau langsung mengalir ke aksesoris listrik. Ketika komponen internal alternator seperti rotor, regulator tegangan dan sebagainya mulai aus, kenali gejala-gejala berikut:
– Lampu redup. Tegangan listrik yang mulai turun, salah satu indikasinya adalah headlight sedikit meredup, alhasil tidak bisa menerangi jalan dengan baik.
– Power window ‘lemot’. Motor yang digunakan power window membutuhkan listrik yang cukup besar untuk menaikkan atau menurunkan jendela. Jika alternator tidak dapat menyuplai volt dan ampli yang cukup, biasanya arus listrik pada motor akan sedikit ‘lemot’.
– Bunyi melengking atau gesekan. Posisi belt katrol alternator yang selip tidak akan mampu mentransfer energi mekanik untuk memutar rotor alternator dan magnetnya, sehingga output listrik yang dihasilkan tidak maksimal.
– Lampu baterai menyala. Jika ikon baterai pada dashboard mobil anda menyala, ini adalah indikasi adanya kesalahan pada sistem pengisian listrik.
– Mesin mati. Saat mengemudi, mesin tiba-tiba mati, ini karena injektor bahan bakar menuntut lebih banyak listrik dan sensitif terhadap fluktuasi tegangan. Jadi ketika alternator tidak berfungsi dengan semestinya, injektor tidak dapat memompa bahan bakar ke dalam silinder.
Setelah mengetahui gejala diatas, saatnya mengecek alternator. Lihat kondisi fisik alternator, mungkin letaknya sedikit tersembunyi didalam ruang mesin dan penuh minyak. Tapi nggak masalah, kalau mau belajar harus berani kotor. Periksa pulley/ katrol dan belt, posisi katrol yang tidak semestinya akan menyebabkan bunyi rengekan dan jika belt terlihat mengkilap atau usang, itu salah satu penyebab suara melengking.

Alternatif kedua, anda bisa mengecek dengan cara ini. Jika anda memiliki port diagnostik OBD 2, sesuaikan code reader yang mengacu pada sistem pengisian daya atau menunjuk kode yang lebih spesifik untuk alternator. Kemudian cek baterai dengan multitester untuk menguji voltase pengisian. Hubungkan ujung kabel merah multitester ke terminal positif dan ujung kabel hitam ke terminal negatif pada baterai. Atur multimeter untuk membaca voltase DC maksimal 20 volt, baterai yang baik setidaknya memiliki 12,5 volt. Biarkan multimeter terhubung dan nyalakan mobil, kemudian perhatikan angka pada layar, jika pengisian daya baterai dalam kondisi baik berarti akan menunjukkan angka antara 14-16 volt.
Jika angka lebih tinggi dari 16 volt, artinya regulator voltase pada alternator mengalami malfungsi. Namun jika secara konstan menunjukkan angka diatas 14 volt tetapi tidak lebih dari 16 volt, mulailah menyalakan semua aksesoris listrik. Coba nyalakan headlight terlebih dahulu (terutama lampu halogen) yang menyedot banyak energi listrik. Bahkan jika anda menggunakan light bar LED sekalipun, ini juga menyedot lebih banyak energi. Kemudian nyalakan lampu kabut, sistem infotainment, power window, dll — dalam hal ini voltase tidak boleh turun dibawah 13 volt. Jika ya, berarti anda terlalu banyak menggunakan aksesoris listrik tambahan yang tidak dapat diimbangi dengan sistem pengisian daya. Solusinya, anda harus meng-upgrade alternator mobil yang mampu menghasilkan lebih banyak arus listrik.
Jadi, jangan heran jika alternator standar/ bawaan pabrik seringkali tergantikan oleh alternator aftermarket berkualitas tinggi, tak lain untuk menyuplai tambahan aksesoris listrik.
Jika alternator tidak dapat mengisi baterai diatas 12,5 volt, maka anda harus menggantinya. Bongkar-pasang alternator sebenarnya cukup mudah, anda bisa melakukannya sendiri sambil mengisi akhir pekan dirumah. Nah, berikut cara mengganti alternator:
- Safety
Keselamatan adalah yang utama, saat mengerjakan sistem kelistrikan mobil, lepaskan baterai terlebih dahulu dari terminalnya — putuskan terminal positif saja sudah cukup. Kemudian tunggu beberapa menit agar kapasitor menghabiskan sisa muatan yang masih tertinggal. Hal ini untuk menghindari korsleting atau kesetrum saat anda menyentuh kabel yang salah.
- Putuskan sambungan terminal pada alternator
Lepaskan kabel merah besar pada terminal positif dari alternator yang terhubung langsung ke terminal positif baterai, dan beberapa klip konektor listrik.

- Lepaskan baut dari braket
Alternator tidak hanya bertengger secara fisik menggunakan baut-baut ini, tapi mereka juga terhubung ke mobil melalui braket secara negatif (negatively grounded). Pastikan braket bersih dari korosi untuk menjaga arus listrik yang baik.
- Gunakan alternator yang tepat
Pastikan alternator baru anda berspesifikasi sama, atau jika anda meng-upgradenya dengan arus listrik yang lebih besar, cek apakah alternator tersebut fit dengan lubang braket dan gunakan ukuran baut yang sama.

- Pasang baut
Memasang alternator dengan setidaknya tiga baut panjang mungkin sedikit merepotkan. Pasang baut utama terlebih dahulu dan eratkan dengan tangan, kemudian pasang baut selanjutnya. Setelah semua baut terpasang erat dengan kekuatan tangan, gunakan kunci torsi (torque wrench) supaya lebih kencang.
- Pasang belt
Meskipun belt sebelumnya masih terlihat layak pakai, menggantinya dengan yang baru sepertinya ide yang bagus.

- Adjustbelt
Saatnya mengatur kekencangan belt, belt pada alternator tidak dapat menyesuaikan dengan sendirinya melalui pulley/ katrol, komponen ini butuh penyesuaian secara manual. Jika terlalu longgar tentu akan terlepas, namun jika terlalu kencang akan menyebabkan terlilit dan ‘menjerit’ saat mesin dinyalakan.
- Test drive
Setelah belt terpasang rapi, cek kembali sistem pengisian daya dengan multimeter dan pastikan lampu indikator baterai pada dashboard mati. Saat menyalakan mesin seharusnya injektor bahan bakar berfungsi dengan baik. Last but not least, lakukan test-drive sembari menguji beberapa aksesoris listrik.

